Apa Itu Pre Tire Inspection dan Bagaimana Cara Melakukannya

Kompas.com - 17/05/2021, 10:42 WIB
Ilustrasi cek tekanan udara pada ban mobil MICHELIN INDONESIAIlustrasi cek tekanan udara pada ban mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai pemilik kendaraan, pemeriksaan terhadap kondisi mobil merupakan hal yang sangat penting demi menunjang keselamatan. Salah satu pemeriksaan yang harus dilakukan adalah pemeriksaan terhadap ban terkait masalah safety driving di jalan.

Ban merupakan salah satu bagian penting dari kendaraan. Selain menahan beban kendaraan, ban juga berpengaruh terhadap handling dan kenyamanan berkendara.

Baca juga: Masuk Jakarta Diperketat, Pemudik Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperiksa untuk melihat kondisi ban sebelum melakukan perjalanan.

"Yang namanya pre tire inspection atau pemeriksaaan kondisi ban tidak hanya cukup melihat ban tersebut atau ukuran anginnya secara visual tetapi betul-betul menggunakan alat ukur," kata Jusri kepada Kompas.com, Sabtu (15/5/2021).

Ilustrasi spooring pada ban mobil.DOK. Bridgestone) Ilustrasi spooring pada ban mobil.

Pertama, yang perlu diperhatikan yakni tekanan udara pada ban. Jusri menjelaskan, tekanan udara pada ban sebaikya diperiksa setiap dua minggu sekali untuk perjalanan dalam kota.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, jika digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan mengangkut muatan, sebaiknya pengecekan tekanan udara dilakukan sebelum memulai perjalanan.

"Tekanan udara harus diisi dalam kondisi tekan ban yang dingin, atau setengah jam setelah dipakai. Karena pada saat kondisi ban panas akan ada suhu atau tekanan angin palsu (fake air)," ucap Jusri.

Baca juga: Mobil Pejabat Tidak Mau Diputar Balik, Ingat Lagi Begini Sanksi Mudik

Kedua, saat mengisi udara ban, disarankan untuk menggunakan nitrogen, karena memiliki sifat yang lebih tahan terhadap panas dan tekanan yang diberikan cenderung lebih akurat dari udara biasa.

Ilustrasi ban mobilDok. Shutterstock Ilustrasi ban mobil

"Selain tekanan angin juga periksa fisik ban, periksa apakah ada objek yang menempel atau tidak, seperti batu kerikil atau objek tajam lainnya," kata Jusri

Ketiga, pastikan juga umur ban tidak lebih dari empat atau lima tahun. Alasannya, karena ban terbuat dari bahan karet, tentu saja akan ada batas waktu penggunaannya. Pengecekan kadaluarsa ban dapat dilihat pada bagian sisi dinding ban.

Baca juga: Operasi Penyekatan di Solo Masih Berlangsung sampai 24 Mei 2021

Keempat, pastikan juga grip ban masih bagus dan masih layak untuk melakukan perjalanan. Hal ini berfungsi agar mobil tidak mengalami selip atau under control pada saat melakukan perjalanan terutama perjalanan jauh.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.