Pertamina Mulai Jual Metanol buat Bahan Biodiesel

Kompas.com - 16/05/2021, 14:38 WIB
Ilustrasi logo Pertamina. SHUTTERSTOCK/Joachim AffeldtIlustrasi logo Pertamina.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Patra Niaga, sub-holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) semakin memantapkan langkahnya dalam memasarkan dan menjual produk Petrokimia di pasar domestik.

Melalui Petrochemical Industry Business SH Commercial & Trading Regional Kalimantan, kini perseroan mulai melakukan penjualan 3.000 metrik ton (MT) produk Metanol kepada produsen biodiesel di wilayah Kalimantan Selatan.

Hal tersebut, sebagaimana dikatakan oleh Vice President Petrochemical Industry Business SH Commercial & Trading Oos Kosasih, ialah strategi besar untuk mewujudkan komitmen ketersediaan layanan penjualan produk Petrokimia di dalam negeri.

Baca juga: Emak-emak Ngamuk Disuruh Putar Balik, Ingat Etika Menghadapi Polisi

Melalui Petrochemical Industry Business SH Commercial & Trading Regional Kalimantan, kini perseroan mulai melakukan penjualan 3.000 metrik ton (MT) produk Metanol kepada produsen biodiesel di wilayah Kalimantan Selatan. dok.Pertamina Melalui Petrochemical Industry Business SH Commercial & Trading Regional Kalimantan, kini perseroan mulai melakukan penjualan 3.000 metrik ton (MT) produk Metanol kepada produsen biodiesel di wilayah Kalimantan Selatan.

"Strategi ini diturunkan menjadi salah satu program yakni Go Petchem, dimana produk Petrokimia dijadikan ‘engine’ baru perusahaan dalam mencapai growth yang lebih baik lagi,” ujarnya, Minggu (16/5/2021).

Oos melanjutkan, dengan penjualan Metanol kepada industri produsen biodiesel ini adalah bentuk sinergi dan simbiosis mutualisme dalam rangka mendukung program pemerintah, dalam pemanfaatan metanol untuk dijadikan produk biodiesel sebagai bahan campuran Solar menjadi Biosolar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diketahui, metanol adalah salah satu bahan campuran utama dalam produksi Fatty Acid Methyl Ester atau FAME.

FAME inilah yang kemudian dicampur dengan Solar untuk dijadikan produk Biosolar. Saat ini kebiijakan pemerintah untuk pemanfaatan biodiesel dalam campuran solar adalah 30 persen atau biasa kita ketahui sebagai Biosolar 30 (B30).

Baca juga: Perjalanan dari Sumatra ke Jakarta Wajib Memiliki Surat Bebas Covid-19

Ilustrasi biodiesel B30esdm.go.id Ilustrasi biodiesel B30

Saat ini, SH Commercial & Trading memproyeksikan penjualan produk Metanol nasional di tahun 2021 bisa mencapai 50.000 MT.

Harapannya, komitmen Pertamina dalam ekspansi di produk Petrokimia ini dapat memenuhi kebutuhan Metanol khususnya di pasar domestik.

“Di tahun perdana ini, Pertamina akan terus mengembangkan layanan dalam menyediakan produk-produk petrokimia yang dibutuhkan di Indonesia," kata Oos.

"Potensi pasar produk petrokimia ini masih sangat besar, tidak hanya Metanol dan kami yakin Pertamina siap memenuhi kebutuhan ini. Kami akan terus menggenjot pemasaran produk Petrokimia ini untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya lagi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.