Masuk Jakarta Diperketat, Pemudik Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Kompas.com - 16/05/2021, 07:41 WIB
Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono memastikan para pemudik yang akan kembali ke Ibu Kota bakal dihadapkan dengan pemeriksaan ketat.

Setidaknya, sebanyak 109 check point atau penyekatan sudah disiapkan di seluruh wilayah Indonesia guna memastikan para pemudik membawa surat swab antigen atau PCR sebelum memasuki DKI Jakarta.

Adapun jumlah 109 pos penyekatan tersebut merupakan kolaborasi antara Polri dan Satgas COBID-19 di wilayah.

Baca juga: Arus Silaturahmi Lebaran, 123.775 Kendaraan Keluar dari Jabotabek

“Check point yang kita bangun secara nasional ada 25 di tol maupun arteri, kemudian jajaran satgas wilayah membangun 85 titik. Jadi jumlah semuanya 109 titik check point atau penyekatan untuk kita lakukan random cek antigen,” ucap Istiono dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (15/5/2021).

Istono melanjutkan, ada sekitar 1,5 juta pemudik yang diperkirakan kembali ke Jakarta.

Petugas gabungan saat operasi penyekatan di Exit Tol Pejagan Brebes, Jawa Tengah, Selasa (11/5/2021) (Istimewa)Tresno Setiadi/kompas.com Petugas gabungan saat operasi penyekatan di Exit Tol Pejagan Brebes, Jawa Tengah, Selasa (11/5/2021) (Istimewa)

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Disampaikan bahwa pergerakan orang yang dari Jabodetabek menuju Jawa ini lebih kurang 1,2 juta. Ke Sumatera lebih kurang 300.000. Jadi total lebih kurang 1,5 juta. Baik sebelum puasa, puasa atau sampai lebaran ini. Oleh karena itu kita harus kelola pergerakan (arus balik) ini,” kata dia.

Pihaknya akan lebih menitikberatkan pergerakan arus balik dari Sumatera menuju wilayah Jabodetabek.

Sebab menurut Istiono, angka kasus Covid-19 di Sumatera cenderung naik dalam beberapa hari terakhir sedangkan ketersediaan ruang isolasi makin menipis.

Baca juga: Mobil Pejabat Tidak Mau Diputar Balik, Ingat Lagi Begini Sanksi Mudik

Untuk itu Korlantas bersama instansi terkait dan Satags Covid-19 akan menggelar posko untuk swab antigen secara acak dan gratis. Hal ini guna memastikan tidak ada celah bagi semya kendaraan yang melintas.

“Nanti di Lampung, Bakauheni akan dibentuk check point, jadi tidak ada yang lolos satupun untuk pemeriksaan swab antigen. Jadi wajib untuk dilaksanakan sebelum pergerakan orang atau barang dari Sumatera atau Jawa harus dilengkapi surat swab antigen,” ucap Istiono.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X