Jangan Ditiru, Penumpang Nebeng di Bak Truk atau Pikap Risikonya Besar

Kompas.com - 14/05/2021, 16:45 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Dari sekian banyak kendaraan yang diperiksa petugas pada masa larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei 2021, rupanya sering ditemukan pemudik yang menumpang truk atau mobil pikap.

Para pemudik nekat menumpang mobil komersial lantaran kendaraan tersebut masuk ke dalam kategori yang mendapat pengecualian boleh melintas.

Padahal kendaraan seperti truk atau pikap dirancang untuk membawa barang bukan penumpang. Sehingga dari sisi keselamatan sebetulnya sangat berbahaya.

Baca juga: Ramai Lagi Bus Single Glass, Apa sih Kelebihannya?

Penyekatan Mudik di CikampekJASA MARGA Penyekatan Mudik di Cikampek

“Karena desainnya tidak memenuhi syarat untuk penumpang, tidak ada kursi, atapnya terbuka, tidak ada sabuk pengaman,” ujar Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), kepada Kompas.com belum lama ini.

“Sehingga kalau terjadi kecelakaan maka orang-orang yang tidak terikat dengan benar dan tidak dilindungi denga baik, mereka akan bergerak dengan sporadis dengan kekuatan momentum yang setara dengan kecepatan kendaraan sebelum terbalik atau kecelakaan,” kata dia.

Oleh sebab itu, Jusri mengatakan, sopir harus tegas untuk menolak para pemudik yang ingin menumpang.

Baca juga: Berapa Lama Waktu yang Ideal Panaskan Mesin Mobil?

Ilustrasi sopirThinkstock Ilustrasi sopir

Karena sopir bertanggung jawab penuh atas barang atau penumpang yang dibawa. Apabila terjadi kecelakaan, sopirlah yang harus dimintai keterangan.

Sopir harus mempertimbangkan ulang jika ingin mengangkut penumpang. Karena kalau penumpang sampai meninggal, sopir bisa masuk penjara,” ucap Jusri.

“Keselamatan penumpang adalah tanggung jawab sopir. Tugas sopir harus melarang dan mengingatkan penumpang yang nekat,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.