Jangan Ditiru, Penumpang Nebeng di Bak Truk atau Pikap Risikonya Besar

Kompas.com - 14/05/2021, 16:45 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memanjat truk saat pengecekan di posko penyekatan pemudik Jembatan Timbang Ajibarang, Banyumas, Jumat (7/5/2021). KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMIGubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memanjat truk saat pengecekan di posko penyekatan pemudik Jembatan Timbang Ajibarang, Banyumas, Jumat (7/5/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Dari sekian banyak kendaraan yang diperiksa petugas pada masa larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei 2021, rupanya sering ditemukan pemudik yang menumpang truk atau mobil pikap.

Para pemudik nekat menumpang mobil komersial lantaran kendaraan tersebut masuk ke dalam kategori yang mendapat pengecualian boleh melintas.

Padahal kendaraan seperti truk atau pikap dirancang untuk membawa barang bukan penumpang. Sehingga dari sisi keselamatan sebetulnya sangat berbahaya.

Baca juga: Ramai Lagi Bus Single Glass, Apa sih Kelebihannya?

Penyekatan Mudik di CikampekJASA MARGA Penyekatan Mudik di Cikampek

“Karena desainnya tidak memenuhi syarat untuk penumpang, tidak ada kursi, atapnya terbuka, tidak ada sabuk pengaman,” ujar Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), kepada Kompas.com belum lama ini.

“Sehingga kalau terjadi kecelakaan maka orang-orang yang tidak terikat dengan benar dan tidak dilindungi denga baik, mereka akan bergerak dengan sporadis dengan kekuatan momentum yang setara dengan kecepatan kendaraan sebelum terbalik atau kecelakaan,” kata dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu, Jusri mengatakan, sopir harus tegas untuk menolak para pemudik yang ingin menumpang.

Baca juga: Berapa Lama Waktu yang Ideal Panaskan Mesin Mobil?

Ilustrasi sopirThinkstock Ilustrasi sopir

Karena sopir bertanggung jawab penuh atas barang atau penumpang yang dibawa. Apabila terjadi kecelakaan, sopirlah yang harus dimintai keterangan.

Sopir harus mempertimbangkan ulang jika ingin mengangkut penumpang. Karena kalau penumpang sampai meninggal, sopir bisa masuk penjara,” ucap Jusri.

“Keselamatan penumpang adalah tanggung jawab sopir. Tugas sopir harus melarang dan mengingatkan penumpang yang nekat,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X