Faedah Bersihkan Krikil yang Bersarang di Alur Ban

Kompas.com - 14/05/2021, 12:52 WIB
Ilustrasi baru krikil di alur ban Ilustrasi baru krikil di alur ban

JAKARTA, KOMPAS.com - Walau kecil dan terkesan sepele, tapi batu kerikil yang menempel di tapak alur ban, baik mobil dan sepeda motor, berpotensi merusakan lapisan karet dan membuat usia pakai menjadi lebih cepat.

Apalagi bila sudah bersarang cukup lama. Tanpa disadari keberadaan krikil yang menempel berlahan akan menekan lapisan karet secara terus-menerus ketika kendaraan digunakan.

Zulpata Zainal, On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk, mengatakan batu kerikil yang dibiarkan menempel di alur ban lama-kelamaan akan merusakan struktur lapisan material ban.

Baca juga: Daihatsu Rocky Kantongi Ribuan Prospek Konsumen

"Memang terlihat sepele, tapi bayangkan saat mobil bergerak di mana ada putaran roda, batu atau krikil tersebut bisa menekan karet ban secara bertubi-tubi selama perjalanan. Jadi meski kecil, tapi lama-lama dibiarkan bisa merusaka struktur karet ban," ucap Zulpata kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ban mobil GetasKompas.com/Fathan Radityasani Ban mobil Getas

Lantaran itu, Zulpata menyarankan baiknya bila sedang ada waktu senggang, cek kondisi alur ban. Bila terdapat atu krikil yang menempel, jangan tunda untuk langsung mengeluarkan karena berguna untuk menjaga kondisinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Zulpata mengatakan bila batu krikil dibiarkan lama, ujung-ujungnya bisa merobek karet permukaan ban. Bahanyanya, saat krikil mengenai struktur lapisan serat kawat yang ada pada ban.

Bila sudah demikian, ketika mobil dan motor digunakan pada musim hujan, atau saat sedang dicuci, ada potensi air masuk ke kawat yang terbuka dan menimbulkan korosi. Kondisi tersebut otomatis membuat kualitas ban menjadi lebih ringkih.

Baca juga: Ban Motor yang Benjol, Apa Bisa Tetap Dipakai

Bahaya batu kerikil pada banmotorplus-online.com Bahaya batu kerikil pada ban

"Walupun efeknya jangka panjang, tapi hal ini berlaku bukan hanya untuk ban bekas atau yang lama dipakai, melainkan ban yang baru sekalipun," ucap Zulpata.

"Batu kerikil ini jadi faktor eksternal yang bisa merusak ban, efek terparahnya bila serat kawat sudah karat maka bisa jadi potensi kerusakan seperti ban yang pecah ketika digunakan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.