Kompas.com - 14/05/2021, 09:45 WIB
Salah satu motor gede (moge) yang ikut meramaikan Distinguished Gentlemans Ride (DGR), Minggu (30/9/2018). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIASalah satu motor gede (moge) yang ikut meramaikan Distinguished Gentlemans Ride (DGR), Minggu (30/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.comMotor merupakan kendaraan yang sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Biasanya motor yang digunakan harian mempertimbangkan kenyamanan berkendara dan hemat bahan bakar.

Namun ketika memiliki uang lebih, ada juga sebagian orang yang memilih untuk menambah motornya. Motor yang dibeli biasanya untuk hobi, punya kubikasi mesin yang besar, baik tipe sport, cruiser, atau matik bongsor.

Ketika mengendarai motor gede (moge) tersebut tentu harus ada beberapa penyesuaian cara mengendarainya.

Jangan sampai mengendarai motor gede disamakan dengan motor harian yang lebih kompak bentuknya, ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan pengendara.

Baca juga: Rayakan Ultah 75 Tahun, Vespa Primavera dan Sprint Punya Warna Baru

Sederet motor gede (moge) yang ikut meramaikan Distinguished Gentlemans Ride (DGR) pada 30 September 2018, bersama motor lawas dan custome.KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA Sederet motor gede (moge) yang ikut meramaikan Distinguished Gentlemans Ride (DGR) pada 30 September 2018, bersama motor lawas dan custome.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, ada beberapa hal yang harus dilatih ketika mengendarai motor dengan kubikasi maupun dimensi yang lebih besar.

“Pengendara harus adaptasi handling bobot motor yang lebih berat. Pertama latihan mendirikan motor saat terjatuh, lalu menikung dan zig-zag,” kata Agus kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Selain itu, pengendara juga harus melatih bagaimana mengontrol gas. Tentu saja motor dengan kubikasi yang lebih besar akan memiliki tenaga dan torsi yang besar pula.

Baca juga: Ban Masih Bagus Walaupun Sudah 5 Tahun, Tapi Amankah Dipakai?

“Karena torsi moge tentunya cukup besar jadi jika membuka gas terlalu besar di awal start akan sangat berisiko bagi pemula, selanjutnya belajar menikung dan manuver,” ucap Agus.

Untuk tempat berlatih, Sebaiknya dilakukan di lapangan yang cukup luas dengan kondisi aspal yg baik. Jangan coba berlatih di jalan raya karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Lapangan yang luas dibutuhkan karena saat menikung, moge butuh area yang luas. Apalagi jika dilakukan oleh pemula, masih butuh adaptasi dalam kontrol beban kendaraan dalam kondisi miring,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X