Ketahui Cara Benar Menghadapi Mobil Mogok di Jalan Raya

Kompas.com - 14/05/2021, 11:32 WIB
Ilustrasi mobil mogok SHUTTERSTOCKIlustrasi mobil mogok

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil mogok bisa terjadi karena lalai melakukan perawatan atau memang usia mobil yang sudah tua. Jika sampai terjadi di jalan raya, tentu akan sangat merepotkan.

Selain merepotkan, tak jarang juga pemilik mobil yang panik ketika mobilnya mogok di jalan raya. Apalagi, jika mendengar suara klakson dari pengguna jalan lain.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, langkah awal yang benar adalah segera mendorong mobil ke pinggir atau bahu jalan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Mobil Matik Mogok Tidak Boleh Didorong

Jika kondisinya sedang berada di jalan tol, setelah meminggirkan mobil, lekas hubungi nomor darurat tol tempat mobil mogok untuk dilakukan penderekan.

"Jangan lupa untuk memasang segitiga pengaman, di samping nyalakan hazard lamp. Supaya pengendara lain lebih awas," kata Sony, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Ilustrasi mobil mogokSHUTTERSTOCK Ilustrasi mobil mogok

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penggunaan bahu jalan memang salah satunya diperuntukkan bagi mobil yang mogok. Aturan tersebut sudah tertulis dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2005 Pasal 41 (2), yang berbunyi; penggunaan bahu jalan digunakan bagi arus lalu lintas dalam keadaan darurat, diperuntukkan bagi kendaraan yang berhenti darurat.

Bahu jalan tidak digunakan untuk menarik/ menderek/ mendorong kendaraan, tidak digunakan untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang dan/atau barang dan/atau hewan serta tidak digunakan untuk mendahului kendaraan.

Pada Keputusan Menteri Perhubungan No.72 Tahun 1993, tentang Perlengkapan Kendaraan Bermotor, tepatnya di pasal 12, juga sudah diatur mengenai penggunaan segitiga pengaman.

Baca juga: Bikers Panik, Dorong Motor Mogok Saat Dikejar Polisi

Dijelaskan bahwa, kriteria segitiga yang digunakan untuk memberikan isyarat berhenti sebagai berikut:

- Berupa pelat segitiga sama sisi yang dibuat dari bahan yang tidak mudah berkarat dengan panjang sisi sekurang-kurangnya 0,40 m dan tepinya berwarna merah yang lebarnya tidak kurang dari 0,50 m dengan bagian dalam berlubang.

Ilustrasi Pasang Segitiga Pengaman ketika Mobil Berhenti di Pinggir Jalan.istimewa Ilustrasi Pasang Segitiga Pengaman ketika Mobil Berhenti di Pinggir Jalan.

- Warna merah sebagaimana dimaksud, harus dapat memantulkan cahaya, pada waktu terkena sinar lampu, dan terakhir posisinya harus melintang jalan dengan sudut runcing menghadap ke atas, dan warna merah menghadap ke arah lalu lintas.

Sebagai pengguna jalan yang melihat kendaraan lain mengalami mogok, sebaiknya jangan protes dan emosi. Lebih baik jika bantu mendorongnya ke pinggir jalan atau bahu jalan agar tidak membuat kemacetan panjang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X