Mudik Pakai Motor, Pahami Ragam Risikonya

Kompas.com - 13/05/2021, 08:31 WIB
Petugas Kepolisian menghalau sejumlah pemudik motor yang melawan arah untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri,Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHPetugas Kepolisian menghalau sejumlah pemudik motor yang melawan arah untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri,Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah secara resmi telah memberlakukan larangan mudik Lebaran sejak 6 hingga 17 Mei 2021. Meski begitu, nyatanya masih banyak masyarakat yang tetap nekat untuk melakukan perjalanan mudik, dan itu didominasi oleh pengendara sepeda motor.

Pada dasarnya, pemerintah sudah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor sejak beberapa tahun terakhir. Namun, itu hanya sekadar anjuran saja.

Untuk itu, ada baiknya sebelum melakukan perjalanan, pengendara motor mengenali faktor apa saja yang berpengaruh ketika mudik menggunakan kendaraan roda dua. Hal ini penting untuk memperkecil risiko saat mudik.

Baca juga: Federal Oil Gresini Moto2 yakin Bisa Menang di Moto2 Prancis

Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) praktisi dan pemerhati keselamatan berkendara mengatakan, ada tiga faktor yang sebaiknya dipahami oleh pemudik sebelum memutuskan berkendara menggunakan sepeda motor.

“Pertama faktor manusia, faktor kendaraan dan faktor lain. Kenali ini mampu mempersempit peluang terjadinya kecelakaan, sekaligus memperkecil risiko fatalitas tejebak petaka di jalan raya,” kata Edo kepada Kompas.com belum lama ini.

Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Edo melanjutkan, faktor manusia ada tiga yaitu kesehatan fisik, stabilitas emosi, dan teknik berkendara.

Tiga hal dari faktor manusia ini memiliki peran penting sebab merupakan dasar seseorang sanggup berkendara dengan aman.

“Kita tahu, saat tubuh tidak bugar konsentrasi bakal terganggu. Keletihan, dehidrasi, debu, asap, cuaca panas, kemacetan, hingga kebisingan suara kendaraan bisa memicu stres. Kuasai teknik berkendara yang aman dan selamat,” kata dia.

Baca juga: 4 Alasan Sepeda Motor Masih Jadi Idola buat Dipakai Mudik

Selanjutnya yaitu faktor kendaraan, tidak hanya badan yang mesti sehat motor yang digunakan juga harus dalam keadaan prima.

“Cek kondisi motor mulai dari kaki hingga mesin sebelum mudik. Datangi bengkel dan minta diperbaiki kerusakan sekecil apapun,” ucap Edo.

Terkahir yaitu faktor lainnya yang menyangkut barang bawaan, penumpang, jadwal istirahat, tempat istirahat, rute, waktu berpergian, serta waktu tidur yang cukup hingga perlengkapan keselamatan yang diperlukan saat mudik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X