Bolehkah Warga Jakarta ke Bodetabek atau Sebaliknya Saat Lebaran?

Kompas.com - 09/05/2021, 11:44 WIB
Masyarakat memadati area perbelanjaan untuk membeli baju baru, kebiasaan jelang Idul Fitri yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan di Bekasi, Jawa Barat, pada 22 Mei 2020, dengan mengabaikan anjuran pemerintah untuk dilakukan. AFP/REZAS via VOA INDONESIAMasyarakat memadati area perbelanjaan untuk membeli baju baru, kebiasaan jelang Idul Fitri yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan di Bekasi, Jawa Barat, pada 22 Mei 2020, dengan mengabaikan anjuran pemerintah untuk dilakukan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Aturan perjalanan di dalam wilayah aglomerasi belakangan membingungkan masyarakat. Sebetulnya bolehkah hal tersebut dilakukan pada masa larangan mudik 6-17 Mei 2021?

Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, memastikan peniadaan mudik dalam segala hal. Termasuk di dalam satu wilayah aglomerasi.

Menurutnya, aturan Surat Edaran Satgas No. 13/2021 maupun Peraturan Menteri Perhubungan No. 13/2021 telah sejalan dan tidak ada perubahan.

Baca juga: Bahas Kabin Toyota Innova Langka yang Cuma 50 Unit di Dunia

Seorang anggota polisi memeriksa surat keterangan hasil antigen seorang pengendara dalam giat penyekatan di check point Seger Alam, Ciloto Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (29/4/2021)KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Seorang anggota polisi memeriksa surat keterangan hasil antigen seorang pengendara dalam giat penyekatan di check point Seger Alam, Ciloto Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (29/4/2021)

“Kebijakan tetap yaitu peniadaan mudik, tujuannya agar tidak terjadi peningkatan mobilitas masyarakat pemicu kerumunan,” ujar Wiku, dalam keterangan tertulis (8/5/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kebijakan ini diterbitkan atas alasan potensi silaturahmi dengan kontak fisik yang terjadi saat bertemu yang berpotensi menimbulkan peningkatan peluang transmisi dalam lingkup keluarga," kata dia.

Ada aktivitas perjalanan dan pergerakan yang masih diizinkan, misalnya untuk kaum pekerja yang hendak melakukan perjalanan dinas.

Sedangkan untuk pengendara yang memang bertujuan mudik, tetap dilarang sesuai aturan yang sudah diterbitkan pemerintah pusat. Artinya, orang asal Jakarta masih bisa menuju Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok, asalkan tujuannya bukan mudik.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Lipoto mengatakan, tidak ada kriteria khusus yang diperiksa untuk membedakan pemudik lokal dan pekerja kantoran yang keluar masuk Jakarta selama masa larangan mudik 6 sampai 17 Mei 2021.

“Di Jabodetabek yang masuk perjalanan non mudik dan kemudian bergerak di dalam wilayah, tentu tidak butuh SKIM atau surat tugas,” ujar Syafrin, Minggu (9/5/2021).

Syafrin mengatakan, cara untuk membedakan antara pemudik dan pekerja kantoran hanya dilakukan dengan cara mengidentifikasi ciri fisik, seperti melihat barang bawaan yang identik dengan keperluan mudik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X