Ini Kerugian jika Nekat Mudik Pakai Jasa Travel Gelap

Kompas.com - 08/05/2021, 13:22 WIB
Polisi memgecek dokumen pendukung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kendaraan yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021 Dok. PT JasamargaPolisi memgecek dokumen pendukung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kendaraan yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi melarang segala kegiatan mobilisasi ke luar kota atau mudik pada momen libur lebaran, 6-17 Mei 2021. Bahkan, saat ini sudah ada 381 titik penyekatan yang siap menghalaunya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menjelaskan, hal tersebut dilakukan guna menekan potensi atas penyebaran virus corona atau Covid-19 di dalam negeri.

Namun, tak sedikit dari mereka yang abai dan mencari berbagai cara agar bisa pulanh ke kampung halaman. Salah satunya, menggunakan jasa tidak resmi atau travel gelap.

Baca juga: Mobil Pribadi Mendominasi Sanksi Putar Balik Larangan Mudik Lebaran

Penyekatan larangan mudik hari pertama di tol kalikangkung Semaramg, Kamis (6/5/2021).KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Penyekatan larangan mudik hari pertama di tol kalikangkung Semaramg, Kamis (6/5/2021).

"Kita sangat melarang menggunakan jasa travel gelap karena banyak kerugiannya, seperti tidak ditanggung asuransi Jasa Raharja kalau kecelakaan," kata Budi belum lama ini.

Di samping itu, angkutan ilegal juga tak menjalankan protokol kesehatan dengan benar sehingga para penumpangnya berisiko tertular Covid-19. Ini tentu akan membahayakan masyarakat di lokasi tujuan mudik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angkutan ilegal atau travel gelap biasanya pengemudi atau operatornya tidak memperhatikan prokes Covid-19. Pokoknya terisi penuh, makin penuh makin banyak untungnya," ujar dia.

"Kerugian lainnya, travel gelap itu tarifnya tinggi banget. Penumpang rugi, harga lebih mahal dan tidak mendapat layanan protokol pencegahan Covid-19," ujar Budi.

Baca juga: Dua Hari Larangan Mudik, Polisi Putar Balik Paksa 32.815 Kendaraan

Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, mengamankan delapan travel gelap yang membawa penumpang untuk mudik di wilayah perlintasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, mengamankan delapan travel gelap yang membawa penumpang untuk mudik di wilayah perlintasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021).

Pihaknya pun melakukan pencegahan dengan menindak tegas travel illegal guna melindungi masyarakat dari Covid-19.

Kerugian yang terakhir akan dirasakan pelaku jasa transportasi yang resmi. Menurut Budi jika banyak orang yang menggunakan jasa travel gelap, penumpang bus resmi akan berkurang.

"Kalau bus resmi berplat kuning keluar dari terminal lalu penumpangnya kurang, itu akibat penumpang lain yang memakai travel gelap. Merusak ekosistem," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X