Dua Hari Larangan Mudik, Polisi Putar Balik Paksa 32.815 Kendaraan

Kompas.com - 08/05/2021, 07:22 WIB
Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPetugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Korlantas Polri telah memutarbalikkan 32.815 kendaraan yang terindikasi hendak melakukan aktivitas mudik selama 2 hari pelaksanaan larangan mudik Lebaran, mulai Kamis, (6/5/2021).

Jumlah ini merupakan akumulasi dari seluruh pos penyekatan di 381 titik yang tersebar dari Sumatera hingga Bali, sebagaimana dikatakan Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono dalam keterangan tertulis.

“Sampai malam hari ini kendaraan yang kita putarbalikan karena tidak memenuhi syarat administrasi non mudik sebanyak 32.815 kendaraan,” kata Istiono, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Mudik Lokal di Wilayah Aglomerasi Ikut Dilarang, Ini Sanksinya

Polisi memgecek dokumen pendukung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kendaraan yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021Dok. PT Jasamarga Polisi memgecek dokumen pendukung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kendaraan yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021

Istiono mengatakan, volume kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju Jawa mengalami penurunan sebanyak 70 persen hingga malam hari ini. Sehingga bisa dikatakan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan mudik sudah cukup baik.

Adapun kendaraan yang melintas masih didominasi oleh angkutan barang atau logistik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemudian arah yang menuju Bandung lebih kurang turun 60 persen dan yang mengarah ke Merak-Sumatera turun lebih kurang 30 persen,” ujar Kakorlantas.

Lalu, dalam pengecekannya di GT Cikupa bersama Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudy Antariksa dan jajaran Polda Banten, dinyatakan ada 1.300 kendaraan yang sudah diputarbalikkan. Mereka diindikasi hendak mudik.

Baca juga: Catat, Ini 8 Titik Penyekatan Jalur Mudik di Depok

Personel gabungan saat tengah menjaga posko penyekatan di Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung, Kota Tangerang, pada larangan mudik Lebaran 2021 hari kedua, Jumat (7/5/2021).(Istimewa/dokumentasi Satlantas Polres Metro Tangerang Kota) Personel gabungan saat tengah menjaga posko penyekatan di Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung, Kota Tangerang, pada larangan mudik Lebaran 2021 hari kedua, Jumat (7/5/2021).

“Kemudian di titik ini Cikupa sampai 2 hari ini lebih kurang 1.300 kendaraan yang sudah kita putarbalikan,” tuturnya.

Istiono berharap pengendalian mobilisasi kendaraan selama peniadaan mudik bisa terus dilakukan dengan baik supaya penyebaran virus corona atau Covid-19 dapat ditekan secara maksimal.

“Saya harapkan pengelolaan pengendalian di lapangan mobilisasi betul-betul kita lakukan dengan maksimal dan serius untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X