Mobil Pribadi Mendominasi Sanksi Putar Balik Larangan Mudik Lebaran

Kompas.com - 08/05/2021, 11:52 WIB
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi pengendara saat penyekatan larangan mudik lebaran di Gerbang Tol Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Pemerintah Jawa Barat telah menyiapkan 158 titik penyekatan yang didukung oleh petugas gabungan untuk menghalau masyarakat yang nekat mudik Idul fitri 1422 Hijriah meski tetap mengizinkan warga melakukan pergerakan antarkota penyangga selama masa larangan mudik atau dalam koridor aglomerasi.. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/hp. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIPetugas gabungan melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi pengendara saat penyekatan larangan mudik lebaran di Gerbang Tol Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Pemerintah Jawa Barat telah menyiapkan 158 titik penyekatan yang didukung oleh petugas gabungan untuk menghalau masyarakat yang nekat mudik Idul fitri 1422 Hijriah meski tetap mengizinkan warga melakukan pergerakan antarkota penyangga selama masa larangan mudik atau dalam koridor aglomerasi.. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sudah dilarang, namun sampai hari kedua peniadaan mudik dan penjagaan ketat dilakukan, ternyata masih banyak masyarakat yang nekat pergi ke kampung halaman merayakan Lebaran.

Menanggapi hal ini, Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kembali mengingatkan adanya petugas gabungan di pos penyekatan untuk menghalau dan memutar balik yang terindikasi hendak mudik.

"Sejak kemarin, kami bersama kepolisian, TNI, Satpol PP turun ke lapangan mulai membuat penyekatan di check point yang telah disepakati. Kemarin saya melakukan pengecekan di Km 31 dan perbatasan Bekasi hingga Karawang. Masyarakat yang terindikasi mudik, diminta putar balik," ucap Budi dalam keterangan resminya, Sabtu (8/5/2021).

Menurut Budi, sanksi putar balik kendaraan masyarakat yang hendak mudik, dilakukan sesuai degan Surat Edaran (SE) No.13 Tahun 2021, khususnya bagi perjalanan di jalur darat.

Baca juga: Dua Hari Larangan Mudik, Polisi Putar Balik Paksa 32.815 Kendaraan

Kemenub melakukan pengecekaan dokumen perjalanan di masa larangan mudikKEMENHUB/Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenub melakukan pengecekaan dokumen perjalanan di masa larangan mudik

Berdasarkan data Korlantas Polri dari sembilan Polda, hingga hari kedua penyekatan (7/5/2021) pukul 20.00 WIB, sebanyak 29.339 kendaraan berhasil dipukul mundur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah tersebut terdiri dari mobil pribadi sebanyak 16.063 kendaraan, mobil penumpang 2.932 kendaraan, sepeda motor sebanyak 8.447, dan 1.737 kendaraan angkutan barang.

Terkait soal koordinasi, Budi mengkalim sejauh ini masih cukup baik. Bila ditemui adanya kemacetan di lokasi penyekatan. pihaknya juga sudah memiliki strategi yang dijalankan petugas kepolisian di lapangan.

"Kemarin saya berkoordinasi dengan Karo Ops Polda Metro, jika dilakukan penyekatan betul, pasti akan terjadi antrian, karena untuk melakukan pengecekan itu butuh waktu. Karena itu petugas di lapangan mensiasati dengan memprioritaskan pengendara yang telah menunjukkan persyaratan untuk segera lewat," ucap Budi.

kemenhub lakukan pengecekaan di masa larangan mudik LebaranKEMENHUB/Direktorat Jenderal Perhubungan Darat kemenhub lakukan pengecekaan di masa larangan mudik Lebaran

Bila memang kondisinya terjadi kemacetan panjang, polisi juga akan melepas antrean tersebut dan membiarkan kendaraan untuk melintas sebagai langkah penguraian.

Baca juga: Mudik Lokal di Wilayah Aglomerasi Ikut Dilarang, Ini Sanksinya

Namun demikian, bukan berarti kendaraan-kendaraan tersebut bebas melintas, karena akan ada pos penyekatan lain yang akan kembali menghalau dan melakukan pemeriksaan berlapis.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ditjen Perhubungan Darat (@ditjen_hubdat)

"Jangan harap bisa lolos, masih banyak check point yang harus dilewati, karena tidak hanya di km 31 ini, tapi juga di Pejagan, di Kecipir, Brebes untuk jalan nasional, sampai Kalikangkung, jadi layer-nya sangat banyak. Jika lolo di depan, makan di pos berikutnya pasti akan kena penyekatan," ucap Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X