Terminal Bus AKAP Akan Ditutup, Pengusaha Bus Harap Ada Solusi dari Pemerintah

Kompas.com - 10/04/2021, 16:22 WIB
Sejumlah calon penumpang berjalan menuju bis antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bus Pakupatan Serang, Banten, Kamis (11/3/2021). Memasuki masa libur panjang Isra Miraj dan Hari Raya Nyepi, terminal bus di Serang terpantau ramai dengan orang yang akan bepergian ke sejumlah kota di Jawa dan Sumatera meski pemerintah mengeluarkan himbauan untuk membatasi kegiatan selama libur guna meneiam penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANSejumlah calon penumpang berjalan menuju bis antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bus Pakupatan Serang, Banten, Kamis (11/3/2021). Memasuki masa libur panjang Isra Miraj dan Hari Raya Nyepi, terminal bus di Serang terpantau ramai dengan orang yang akan bepergian ke sejumlah kota di Jawa dan Sumatera meski pemerintah mengeluarkan himbauan untuk membatasi kegiatan selama libur guna meneiam penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com – Layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan distop sejak 6 sampai 17 Mei 2021. Hal ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 H.

Untuk melaksanakan SE tersebut, beberapa terminal bus AKAP di Jakarta akan ditutup. Mengutip dari Antara, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan meski seluruh terminal bus AKAP di Jakarta akan ditutup selama periode larangan mudik, Terminal Pulo Gebang tetap akan dioperasikan.

"Rencananya itu yang akan dioperasionalkan hanya Terminal Pulo Gebang, untuk terminal selebihnya itu tidak ada pelayanan AKAP," kata Syafrin di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Ini Beda Kijang Innova Limited Edition dengan Varian Venturer

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (7/4/2021)KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (7/4/2021)

Terkait dengan ditutupnya pelayanan AKAP di beberapa terminal di Jakarta, Perusahaan Otobus (PO) hanya bisa berharap. Jangan sampai ketika terminal resmi ditutup, malah muncul terminal-terminal bayangan.

“Yang penting, jangan terminal resmi ditutup, terminal bayangan yang muncul. Transportasi resmi dilarang beroperasi, malah angkutan ilegal yang jalan,” ucap Ismuyoko, Staf Operasional PO Putera Mulya kepada Kompas.com, Sabtu (10/11/2021).

Ismu berharap adanya tindakan tegas kepada para petugas untuk mencegah beraksinya angkutan ilegal saat masa larangan mudik. Selain itu, Anthony Steven Hambali, pemilik PO Sumber Alam mengatakan, PO bus pasti mendukung program pemerintah.

Baca juga: Wujud SUV Murah Hyundai Alcazar, Siap Tantang Rush-Terios

“Kami wajib mendukung program pemerintah. Namun sebaliknya, pemerintah wajib pula memikirkan solusi untuk kami,” ucap Anthony kepada Kompas.com.

Anthony menjelaskan, hilangnya potensi pendapatan kala mudik ini harus digantikan dengan kebijakan ekonomi. Dengan begitu, industri transportasi bus bisa tetap bertahan selama pandemi.

Kondisi terminal Pulogebang Rabu (23/04). Imam Safii Kondisi terminal Pulogebang Rabu (23/04).

“Saat ini kami memikirkan THR untuk karyawan, lalu harapannya ada juga keringanan restrukturasi kredit dan tentu perpajakan,” ucapnya.

Soal perpajakan, Anthony berharap kalau para pengusaha bus dibebaskan dari pajak. Mengingat sejak masa pandemi Covid-19 di Indonesia, tidak ada PO bus yang mendapatkan untuk di bidang transportasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X