Waspada, Pengamat Sebut Trik Pemudik Kelabui Petugas di Check Point

Kompas.com - 10/04/2021, 13:42 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah telah resmi melarang kegiatan mudik pada 6-17 Mei 2021. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan daerah bakal berjaga di sekitar 333 lokasi check point untuk mencegat para pemudik.

Berkaca dari pengalaman tahun lalu, ketika mudik Lebaran juga dilarang, petugas gabungan wajib lebih berhati-hati lantaran masih terdapat kelemahan pada sistem penyekatan.

Pemerhati masalah transportasi Budiyanto, mengatakan, banyaknya pengendara mobil dan motor yang lolos pada pencegahan mudik tahun lalu harus jadi pelajaran.

Baca juga: Beli Xpander Harus Inden Lama, Konsumen Khawatir Tidak Dapat Diskon PPnBM

Giat penyekatan wilayah perbatasan di jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat, yang dilakukan beberapa waktu lalu menyusul pemberlakukan PSBB di wilayah Jabodetabek, beberapa waktu laluKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Giat penyekatan wilayah perbatasan di jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat, yang dilakukan beberapa waktu lalu menyusul pemberlakukan PSBB di wilayah Jabodetabek, beberapa waktu lalu

“Kejadian ini tentunya menjadi evaluasi bagi petugas untuk lebih akomodatif dalam merespon titik lemah untuk menentukan langkah-langkah teknis yang lebih cermat,” ujar Budiyanto, dalam keterangan tertulis (10/4/2021).

Dari pengalaman secara empiris, ada beberapa titik lemah yang dijadikan pada pemudik untuk bisa lolos sampai tujuan.

“Titik lemah tersebut antara lain jalan-jalan tikus yang mayoritas dilewati sepeda motor, kemudian para pengendara membaca titik puncak kelelahan petugas misal pada malam hari,” ucap Budiyanto.

Baca juga: Terbatas, Toyota Kijang Innova Limited Edition Harga Rp 400 Jutaan

Petugas memeriksa pengendara di pos pemeriksaan (check point) di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Pemeriksaan tersebut sebagai upaya penyekatan pemudik lokal yang hendak keluar-masuk Provinsi Jabar juga para pelancong ke tempat wisata di daerah masing-masing yang rentan penyebaran COVID-19.ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI Petugas memeriksa pengendara di pos pemeriksaan (check point) di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Pemeriksaan tersebut sebagai upaya penyekatan pemudik lokal yang hendak keluar-masuk Provinsi Jabar juga para pelancong ke tempat wisata di daerah masing-masing yang rentan penyebaran COVID-19.

“Termasuk juga menggunakan kendaraan secara estafet di perbatasan, menggunakan mobil-mobil barang seperti boks, kontainer, ambulans, hingga cara-cara lain yang memungkinkan,” kata dia.

Budiyanto pun mengimbau agar pos pantau melakukan gladi atau simulasi pengamanan untuk memastikan rencana berjalan dengan baik dan maksimal.

“Maksimal dan tidaknya pengamanan akan tergantung pada komitmen dan kualitas pengawasan. Selama ini pengawasan menjadi titik lemah dalam sistem manajemen operasional,” ujarnya.

“Identifikasi permasalahan dan pengawasan secara berjenjang menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam operasi,” kata Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.