Sasis Bus Hino R260 Air Suspension Bukan buat Bodi Supertinggi

Kompas.com - 10/04/2021, 12:21 WIB
Hino R 260 AS DOK. PT HMSIHino R 260 AS

JAKARTA, KOMPAS.com – Sasis bus besar yang paling banyak digunakan PO bus di Indonesia adalah Hino R260. Beberapa waktu lalu, PT Hino Motors Sales Indonesia baru saja merilis varian baru dari R260, yaitu versi air suspension (AS).

Asalnya, Hino R260 menggunakan per daun. Walaupun memakai per daun, dulunya, sasis ini kerap dimodifikasi dengan mengganti suspensinya menjadi air suspension tipe wide oleh karoseri.

Setelah dimodifikasi oleh karoseri, sasis Hino R260 ini dipasangkan bodi supertinggi atau Super High Decker (SHD). Sasis terbaru dari Hino ini memang memakai air suspension tipe wide, tetapi tidak disarankan oleh Hino untuk dipasang ke bodi SHD.

Baca juga: Mudik Jauh Dilarang, Pemerintah Izinkan Mudik Lokal

Bus AKAP PO 27 Trans JavaINSTAGRAM/27TRANS Bus AKAP PO 27 Trans Java

Prasetyo Adi Yudho, Deputy GM Product Division PT HMSI, mengatakan, dari pabrikan tidak menyarankan sasis Hino R260 AS dipasang ke bodi SHD, jadi hanya untuk model HD dengan tinggi sekitar 3,7 meter.

“Namun, biasanya customer pada nekat dan buat yang SHD. Makanya dari awal kita infokan dahulu (cuma untuk bodi high deck),” ucap Prasetyo kepada Kompas.com, Jumat (9/4/2021).

Sebenarnya, air suspension tipe wide pada sasis bus bisa saja untuk dipasangkan bodi SHD yang dimensi tingginya sekitar 3,8 m – 3,9 m. Prasetyo mengatakan, jika dipasang ke bodi SHD, Gross Vehicle Weight (GVW) akan bertambah, begitu juga rollingnya.

Baca juga: Adu Interior Almaz RS dan CR-V Facelift, Mana yang Lebih Mewah?

Bus AKAP PO MJPMinstagram/adiputro_official Bus AKAP PO MJPM

“Hino R260 AS GVW-nya lebih besar 1 ton (16 ton) dibanding R260 yang biasa. Namun, jika dipasang bodi yang tinggi, otomatis butuh material bodi yang lebih banyak sehingga lebih berat,” kata Prasetyo.

Kemudian soal rolling, Prasetyo menjelaskan, semakin tinggi kendaraan, maka titik beratnya juga berubah, sehingga memengaruhi kelimbungannya. Oleh karena itu, butuh kalkulasi yang baik dari karoseri saat membuat bodi bus.

“Jadi biasanya untuk menyiasati rolling yang besar, posisi beban atau bagasi ditaruh di bagian bawah. Sehingga bisa mengimbangi beban dari tingginya kendaraan,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X