Lalu Lintas Kembali Padat, Bogor Kembali Kaji Aturan Ganjil Genap

Kompas.com - 09/03/2021, 08:02 WIB
Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya berencana untuk kembali melakukan evaluasi pembatasan kendaraan bermotor pribadi melalui skema ganjil genap nomor polisi selama akhir pekan di wilayahnya.

Sebab, sejak aturan ganjil genap ditiadakan pada pekan lalu, arus lalu lintas di sejumlah titik Kota Bogor menjadi lebih padat. Padahal, seluruh warga diimbau untuk tidak ke luar rumah supaya menekan penyebaran pandemi.

"Memang jauh lebih padat, jadi beberapa titik sudah satu bulan terakhir lengang dan sepi, kembali padat. Saya kira ini jelas karena ganjil genap sudah tidak berlaku," katanya, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Banyak yang Belum Paham Perbedaan Mobil BEV, HEV dan PHEV

Ganjil Genap Akhir Pekan di BogorKOMPAS.com - Aditya Maulana Ganjil Genap Akhir Pekan di Bogor

"Mungkin, orang-orang memanfaatkan ini. Jadi saya akan mengusulkan kepada Satgas, hari Selasa kita akan evaluasi lagi sekaligus antisipasi libur panjang," ucap Bima, melanjutkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kesempatan sama, Bima pun menjelaskan bahwa pemberlakuan ganjil genap di Kota Bogor tidak hanya bertujuan menekan volume mobil dan motor saja.

Tetapi, sebagai salah satu cara untuk menekan penyebaran virus corona alias Covid-19. Sehingga seluruh pihak bisa mendapatkan manfaat sama yakni nyaman dan aman.

"Ini bukan hanya soal lalu lintas, tapi protokol kesehatan dan menekan laju Covid-19. Data minggu ini baru ketahuan minggu depan, jadi lebih lanjut informasinya kita tunggu datanya," ucap Bima.

Sebelumnya Pemerintah Kota Bogor menyetop aturan ganjil genap untuk kendaraan bermotor selama dua pekan, seiring dengan masukkan dari masyarakat yang kesulitan dalam menjalankan roda ekonominya.

Baca juga: Jangan Salah Paham, Begini Mekanisme Tilang Elektronik

Pemkot Bogor menerapkan aturan ganjil genap tiap akhir pekanari purnomo Pemkot Bogor menerapkan aturan ganjil genap tiap akhir pekan

Hal ini terjadi karena terjadi penurunan jumlah wisatawan di wilayah terkait.

"Ada beberapa indikator yang menunjukan situasi agak membaik, tetapi tekanan pada sektor ekonomi dianggap terlalu berat," ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim belum lama ini.

"Sehingga Pemkot dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memutuskan memberikan relaksasi kepada dunia usaha untuk meningkatkan pendapatan,” katanya lagi.

Kendati demikian, Dedie menegaskan agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan meski tidak ada ganjil genap di Kota Bogor dua pekan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.