Belajar dari Motor Ditabrak Bus, Pengemudi Harus Waspada Selama di Jalan

Kompas.com - 23/02/2021, 08:12 WIB
Tangkapan layar video viral yang menampilkan kejadian kecelakaan lalu lintas melibatkan bus dan sepeda motor di Sukoharjo, Jawa Tenga, Jumat (19/2/2021). FACEBOOKTangkapan layar video viral yang menampilkan kejadian kecelakaan lalu lintas melibatkan bus dan sepeda motor di Sukoharjo, Jawa Tenga, Jumat (19/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini tersebar video yang memperlihatkan bus yang menabrak pengendara sepeda motor di Simpang Empat Univet Bantara Sukoharjo, Jumat (19/2/2021) pukul 17.00 WIB.

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Firdaus Yudhatama menjelaskan, kronologinya, kecelakaan tersebut bermula saat bus PO Sudiro Tungga Jaya (STJ) berjalan dari arah Selatan menuju Utara. Sementara itu, pengendara sepeda motor berjalan dari arah Timur ke Barat.

"Sampai di TKP, lampu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) dari arah Selatan sudah menyala merah, namun bus tetap berjalan," kata Firdaus.

Baca juga: Rocky dan Xenia Baru Meluncur Tahun Ini, Ini Bocoran Daihatsu

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

 

Bersamaan dengan itu, arus lalu lintas dari arah Timur sudah berjalan karena lampu APILL sudah menyala hijau. Pengemudi bus tidak memerhatikan datangnya kendaraan dari arah Timur hingga menabrak pengendara motor.

Pengemudi bus sempat membanting setir ke kiri setelah menabrak pengendara sepeda motor. Bus berhenti setelah menabrak pagar kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo hingga jebol.

Menanggapi kejadian ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, pengendara motor secara hukum mungkin benar, tapi dia tidak paham perilaku pengemudi-pengemudi bus khususnya di Indonesia.

Baca juga: Lakukan Ini Setelah Mobil Dipaksa Menerjang Banjir

“Ini pemahaman tentang safety yang kurang, bagaimana menghindari kecelakaan, bukan cari benar atau salah,” ucap Sony kepada Kompas.com, Minggu (21/2/2021).

Ketika melintasi persimpangan, harus waspada, semakin banyak lajurnya, maka semakin lebar penampang jalannya. Oleh karena itu kemungkinan kendaraan “ ngeblong” besar dan semakin berbahaya.

Perlu diingat juga, para oknum pengemudi bus di Indonesia kerap melanggar aturan. Belum lagi daerah tersebut memang sering dilalui oleh bus, pengendara lainnya harus waspada dengan keberadaannya.

Lampu lalu lintas (traffic light di persimpangan Pangkalan Jati, Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak berfunsi, Jumat (27/9/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Lampu lalu lintas (traffic light di persimpangan Pangkalan Jati, Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak berfunsi, Jumat (27/9/2019).

“Sekalipun kebagian lampu hijau (giliran melintas) bukan berarti aman. Tetap ikuti aturan dan prinsip kehati-hatian,” kata Sony.

Ketika melintas, kurangi kecepatan dan siap-siap mengerem. Lihat kanan untuk memastikan aman dan melintas sambil tengok ke kiri untuk memastikan aman. Jadi pengguna jalan jangan asal bablas.

“Ingat, lampu lalu lintas tugasnya cuma membantu mengatur arus lalu lintas di persimpangan. Tapi penggunanya belum tentu patuh atau taat,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X