Laksana Ekspor 8 Bus Tingkat ke Bangladesh

Kompas.com - 22/02/2021, 18:02 WIB
Bus tingkat Laksana yang diekspor ke Bangladesh DOK. LAKSANABUSBus tingkat Laksana yang diekspor ke Bangladesh

JAKARTA, KOMPAS.com – Karoseri Laksana kembali mengirim bus tingkat ke Bangladesh. Sebelumnya pada Maret 2020, sudah ada dua bus dengan basis Legacy SR2 Double Decker yang lebih dahulu berangkat ke Bangladesh.

Kemudian sisanya yakni delapan unit baru diberangkatkan pada Februari 2021. Export Manager karoseri Laksana Werry Yulianto mengatakan, pengiriman bus ke Bangladesh memang terpengaruh adanya Covid-19, sehingga tidak bisa sekaligus.

“Yang dua pertama Maret 2020, sisanya kenapa baru sekarang dikirim karena pending akibat Pandemi Covid-19. Hal ini melihat kondisi di Bangladesh yang membuat bus tidak memungkinkan untuk beroperasi,” ucap Werry kepada Kompas.com, Minggu (21/2/2012).

Baca juga: Ada Diskon Pajak Mobil Baru, 72 Persen Konsumen Semringah

Bus tingkat Laksana yang diekspor ke BangladeshDOK. LAKSANABUS Bus tingkat Laksana yang diekspor ke Bangladesh

Werry mengatakan, untuk saat ini bus di sana sudah bisa beroperasi walaupun belum diisi penuh kapasitasnya. Selain itu yang dua bus pertama berangkat ke Bangladesh juga belum beroperasi karena pandemi.

Diketahui bus yang dikirim ke Bangladesh ini secara desain tidak begitu jauh dengan yang ada di Indonesia. Perbedaannya yaitu ada pada dimensinya yang lebih panjang. Bus yang dikirim ke Bangladesh memiliki panjang 14,4 meter.

Untuk bus tingkat buatan Laksana yang beroperasi di Indonesia, panjangnya hanya 13,5 meter saja. Kemudian untuk sasis yang digunakan juga berbeda, kalau di Indonesia, model sasis Scania yang digunakan yaitu K410iB.

Baca juga: Mirip di Tuban, Miliarder Dadakan di Kuningan Borong Nmax, PCX Hingga Mobil

Kabin bus tingkat yang aka dieksporKaroseri Laksana Kabin bus tingkat yang aka diekspor

“Untuk yang dikirim ke Bangladesh, memakai sasis Scania K410eB dengan independent suspension,” kata dia.

Bus yang diekspor ini memiliki total kapasitas 45 seat dengan susunan di kanan dan satu di kiri (2-1) ditambah satu kursi premier (sleeper cabin). Semua kursi kecuali yang sleeper seat merupakan kiriman dari Bangladesh, sedangkan sleeper seatnya buatan Laksana.

“Kenapa sleeper cabin-nya cuma satu, karena di sisi kiri depan ada ECU dan tangga untuk akses penumpang ke dek atas,” kata Werry.

Bus tingkat Laksana yang diekspor ke BangladeshDOK. LAKSANABUS Bus tingkat Laksana yang diekspor ke Bangladesh

Hal ini membedakan dengan bus tingkat yang ada di Indonesia, di mana biasanya posisi tangga berada di tengah, bukan di depan. Selain itu juga jumlah kursi di dek bawah lebih banyak, 11 kursi karena tidak adanya toilet.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X