Pengguna Jalan Tol yang Dirugikan akibat Banjir Bisa Melapor ke KKI

Kompas.com - 23/02/2021, 07:12 WIB
Kondisi Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (1/1/2020). Dokumentasi Jasa MargaKondisi Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (1/1/2020).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) membuka posko pengaduan bagi pengguna jalan tol yang merasa dirugikan dengan adanya banjir di Jakarta beberapa hari lalu.

Ketua KKI David Tobing mengatakan, setidaknya ada beberapa ruas tol yang tidak luput dari banjir, seperti di Tol Jakarta-Cikampek, Tol Dalam Kota, dan Tol JORR.

Selain itu, ruas jalan bebas hambatan lain yang juga tergenang, yakni Tol Jagorawi hingga Tol Jakarta-Tangerang dan yang terparah terjadi di Tol JORR TB Simatupang.

David mengatakan, pengguna jalan tol yang merasa dirugikan akibat banjir bisa mengadukan kepada KKI.

Baca juga: Rem Mobil Bisa Macet Usai Terjang Banjir, Mitos atau Fakta?

“Oleh karenanya, KKI mempersilakan pengguna jalan tol yang dirugikan karena banjir untuk menyampaikan pengaduan melalui formulir pada website komunitaskonsumen.id dan WhatsApp center 08989899989,” ujar David kepada Kompas.com, Senin (22/2/2021).

Genangan air terlihat di Tol Padaleunyi KM 130Dok Humas Jasa Marga Genangan air terlihat di Tol Padaleunyi KM 130

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

David menambahkan, seharusnya di jalan tol tidak terjadi banjir jika pemeliharaan dilakukan dengan baik, terlebih beberapa ruas jalan tol sudah menjadi langganan banjir.

Hal itu seharusnya sudah dievaluasi dan dilakukan perbaikan sehingga tidak lagi terjadi banjir di ruas tol tersebut.

“Pengelola jalan tol dalam melakukan perencanaan pembangunan seharusnya sudah memikirkan drainase serta pompa penyedot genangan,” ucapnya.

Adapun kerugian yang dialami oleh pengguna bisa saja bersifat materiil bukan hanya rusaknya mobil, tetapi juga barang bawaan dalam mobil seperti mobil-mobil pengangkut bahan baku, paket kiriman dan lainnya.

Baca juga: Perhatikan Ini Saat Berkendara di Jalan Bekas Banjir

"Pengelola jalan tol seharusnya jangan hanya memikirkan keuntungan dan kenaikan tarif saja sementara pelayanan kepada pengguna jalan tol diabaikan,” tuturnya.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf S.I.K,M.Hum melaksanakan pengecekan dan Rekayasa Arus Lalulintas di Ruas Tol dalam Kota, Jakarta, Rabu (1/1/2020). Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf S.I.K,M.Hum melaksanakan pengecekan dan Rekayasa Arus Lalulintas di Ruas Tol dalam Kota, Jakarta, Rabu (1/1/2020).

Mengenai pengajuan ganti rugi ini, kata David, diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Dalam peraturan tersebut, khususnya Pasal 87 dijelaskan bahwa pengguna jalan tol berhak menuntut ganti kerugian kepada badan usaha atas kerugian yang merupakan akibat kesalahan dari badan usaha dalam pengusahaan jalan tol.

Baca juga: Lakukan Ini Setelah Mobil Dipaksa Menerjang Banjir

“Kemudian pada Pasal 92 ditentukan, badan usaha wajib mengganti kerugian yang diderita oleh pengguna jalan tol sebagai akibat kesalahan dari badan usaha dalam pengusahaan jalan tol,” katanya.

Mengacu pada peraturan itu, lanjut David, maka pengelola harus bertanggung jawab. Hal ini karena pengelola seharusnya memastikan bahwa jalan tol itu nyaman, aman, dan bebas dari kendala, salah satu kendalanya adalah banjir.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.