Mobil Jadi Korban Banjir di Tol, Bisa Menuntut Pengelola?

Kompas.com - 23/02/2021, 06:38 WIB
Sejumlah petugas membantu mendorong mobil yang mogok akibat banjir di gerbang tol Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020). Menurut petugas banjir merendam pintu tol dari jam 03.00 WIB akibat luapan air dari waduk ria rio. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc. Fakhri HermansyahSejumlah petugas membantu mendorong mobil yang mogok akibat banjir di gerbang tol Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020). Menurut petugas banjir merendam pintu tol dari jam 03.00 WIB akibat luapan air dari waduk ria rio. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jabodetabek tidak hanya merendam pemukiman warga saja.

Tetapi, ruas jalan raya hingga jalan bebas hambatan juga tidak luput dari genangan air yang cukup tinggi sehingga menyulitkan pengendara untuk melintas.

Pengendara yang seharusnya bisa melaju dengan nyaman di jalan tol pun merasakan hal yang sama dengan pengendara lain karena ketinggian air.

Bisakah pengendara yang merasa dirugikan atas kejadian ini menuntut pengelola? Menurut David Tobing selaku Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) seharusnya di jalan tol tidak terjadi banjir jika pemeliharaan dilakukan dengan baik.

Baca juga: Rem Mobil Bisa Macet Usai Terjang Banjir, Mitos atau Fakta?

Beberapa ruas tol yang tidak luput dari antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Tol Dalam Kota, Tol JORR, Tol Jagorawi hingga Tol Jakarta-Tangerang. Paling parah terjadi di ruas Tol JORR TB Simatupang.

Banjir di Tol Cikampek, tepatnya di Pondok Gede Timur, Selasa (25/2/2020) pagi.KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA Banjir di Tol Cikampek, tepatnya di Pondok Gede Timur, Selasa (25/2/2020) pagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengelola jalan tol dalam melakukan perencanaan pembangunan jalan tol seharusnya sudah memikirkan drainase dan pompa penyedot genangan. Apalagi beberapa ruas jalan tol langganan banjir seharusnya sudah dievaluasi dan diperbaiki.

“Pengendara yang merasa dirugikan akibat banjir di ruas jalan tol dapat menuntut ganti rugi.
hal ini sudah diatur dalam pasal 87 Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol,” kata David kepada Kompas.com, Senin (22/2/2021).

Dalam aturan tersebut, David menambahkan, dijelaskan bahwa pengguna jalan tol berhak menuntut ganti kerugian kepada badan usaha atas kerugian yang merupakan akibat kesalahan dari Badan Usaha dalam pengusahaan jalan tol.

Baca juga: Perhatikan Ini Saat Berkendara di Jalan Bekas Banjir

Kemudian pada pasal 92 dikatakan, badan usaha wajib mengganti kerugian yang diderita oleh pengguna jalan tol sebagai akibat kesalahan dari badan usaha dalam pengusahaan jalan tol.

"Mengacu pada peraturan itu, pengelola harus bertanggung jawab. Kenapa harus bertanggung jawab, karena pengelola harus memastikan bahwa jalan tol itu nyaman, aman, dan bebas dari kendala, salah satu kendalanya adalah banjir,” ujarnya.

Terjadi genangan air sepanjang Jalan Tol Padaleunyi akibat adanya proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rabu (12/8/2020).Dokumentasi Humas Jasa Marga Terjadi genangan air sepanjang Jalan Tol Padaleunyi akibat adanya proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rabu (12/8/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.