Saran PO Bus Berantas Angkutan Ilegal di Jalanan

Kompas.com - 04/02/2021, 15:22 WIB
Polisi mengamankan kendaraan travel gelap yang mengangkut pemudik selama 18 hari Operasi Ketupat 2020. Dokumentasi Polda Metro Jaya (Istimewa)Polisi mengamankan kendaraan travel gelap yang mengangkut pemudik selama 18 hari Operasi Ketupat 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejadian angkutan ilegal atau travel gelap masih saja terjadi di Indonesia. Bahkan belum lama ini, travel gelap dijadikan modus perampokan seorang wanita di Kota Padang, Sumatera Barat.

Tentu saja adanya travel gelap tentunya meresahkan masyarakat karena dijadikan sebagai modus kejahatan.

Selain itu juga travel gelap sudah merugikan para perusahaan otobus (PO) yang resmi atau memiliki izin operasi.

Pemilik dari PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali memberikan usul bagiaman untuk mengurangi adanya travel gelap ini.

Pertama pengusaha PO bus di daerah dilibatkan untuk memantau adanya travel gelap ini, baik online maupun offline atau di lapangan.

Baca juga: Beredar Desain Yamaha X-Ride 155 untuk Tandingi Honda ADV 150

Polda Metro Jaya berhasil amankan ratusam travel gelaphttps://twitter.com/tmcpoldametro Polda Metro Jaya berhasil amankan ratusam travel gelap

“Setiap hari pasti ada iklan (travel gelap) di group media sosial. Bila ada yang jualan angkutan gelap, kita beli tiketnya, laporkan lalu ditindak,” ucap Anthony kepada Kompas.com, Kamis (4/2/2021).

Jadi yang turut mengawasi adanya travel gelap bukan petugas saja, karena kalau diawasi petugas saja repot. Selain itu, petugas juga kadang tidak serius untuk menindak travel gelap karena tidak menyangkut penghasilannya.

“Lain ceritanya dengan pengusaha, agen dan karyawan PO bus, adanya travel gelap langsung terdampak,” kata Anthony.

Baca juga: Pengguna Knalpot Racing yang Mengalami Perusakan Bisa Menuntut Balik

Dibutuhkan adanya kolaborasi antara direktorat perhubungan dengan kepolisian, sehingga bisa menindak travel gelap. Kemudian dibuatlah satgas yang mengawasi baik online dan offline.

Satgas ini gabungan antara pengusaha, dishub, dan polisi sebagai penindak. PO bus yang ada di daerah biar menjadi mata dan telinga di jalanan maupun online lalu laporkan,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.