[POPULER OTOMOTIF] Efektifkah Tilang Elektronik? | 5 Langkah Ketahui Berapa Biaya Pajak Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 25/01/2021, 06:02 WIB
Kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAKamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon tunggal Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan mengedepankan penegakan pelanggaran lalu lintas berbasis elektronik.

Salah satunya yakni dengan menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE).

Dengan menggunakan sistem elektronik ini, maka ke depan polisi hanya bertugas untuk mengatur lalu lintas saja dan tidak boleh melakukan penilangan.

Menurut Listyo, adanya interaksi antara polisi lalu lintas dengan masyarakat saat memberikan sanksi tilang kerap menimbulkan penyimpangan.

Selain Polisi yang tidak lagi melakukan penilangan, ada artikel menarik lainnya soal bagaimana mengetahui biaya pajak kendaraan bermotor. Penasaran seperti apa, berikut ini lima artikel terpopuler pada kanal Kompas Otomotif di hari Minggu, 24 Januari 2021.

1. Polisi Dilarang Melakukan Penilangan, Efektifkah Tilang Elektronik?

Ilustrasi kamera tilang elektronikhttps://ntmcpolri.info/ Ilustrasi kamera tilang elektronik

Calon tunggal Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan mengedepankan penegakan pelanggaran lalu lintas berbasis elektronik.

Salah satunya yakni dengan menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE).

Dengan menggunakan sistem elektronik ini, maka ke depan polisi hanya bertugas untuk mengatur lalu lintas saja dan tidak boleh melakukan penilangan.

Menurut Listyo, adanya interaksi antara polisi lalu lintas dengan masyarakat saat memberikan sanksi tilang kerap menimbulkan penyimpangan.

Baca juga: Polisi Dilarang Melakukan Penilangan, Efektifkah Tilang Elektronik?

2. Bocor, Honda Lagi Bangun Motor Listrik Jenis Sport

Paten motor listrik HondaFoto: Visordown.com Paten motor listrik Honda

Sebuah gambar paten bocor ditengarai sebagai calon model baru Honda. Motor tersebut merupakan motor listrik dan berjenis motor sport.

Seperti diketahui saat ini Honda sudah punya motor listrik yaitu PCX Electric. Meski demikian bentuknya ialah skutik bukan motor sport seperti Zero dan sejenisnya.

Sejauh yang bisa dilihat dari gambar, terlihat motor listrik ini mengadopsi gaya dari Honda CB125R. Perbedaannya ialah mesin konvensionalnya menjadi motor listrik.

Baca juga: Bocor, Honda Lagi Bangun Motor Listrik Jenis Sport

3. Honda CR-V Kuasai SUV Medium di 2020, Wuling Almaz Terlaris Kedua

Ilustrasi Honda CR-V Hybrid 2021paultan.org Ilustrasi Honda CR-V Hybrid 2021

Honda CR-V berhasil mempertahankan kursi tertinggi di segmen medium sport utility vehicle ( SUV) nasional sepanjang periode Januari-Desember 2020 dengan penguasaan sekitar 57 persen.

Berdasarkan data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo), torehan tersebut diperoleh CR-V setelah mencapai total penjualan sebanyak 4.979 unit.

Sementara pesaing terkuatnya, Wuling Almaz, yang beberapa kali bisa membayangi penjualan bulanan salah satu produk andalan Honda itu hanya berhasil menorehkan angka penjualan 1.947 unit.

Baca juga: Honda CR-V Kuasai SUV Medium di 2020, Wuling Almaz Terlaris Kedua

4. Modal Rp 1 Jutaan Bisa Coating Mobil Bekas Layaknya Mobil Mewah

proses coatingKOMPAS.com / nanda proses coating

Tren membeli mobil bekas termasuk mobil tahun 90-an kembali digemari, terutama pada masa pandemi seperti saat ini.

Tidak sedikit masyarakat yang memutuskan untuk membeli mobil bekas sebagai alat transportsi mereka demi mencegah penularan Covid-19. Selain itu, harga harganya relatif lebih murah jika dibandingkan mobil baru.

Namun, ada banyak hal yang harus dibenahi saat membeli mobil bekas, terutama jika usianya sudah 10 tahun lebih.

Peremajaan yang bisa dilakukan antara lain dengan melakukan auto detailing, seperti poles bodi atau kaca. Kemudian peremajaan pada bagian interior, hingga ruang mesin.

Baca juga: Modal Rp 1 Jutaan Bisa Coating Mobil Bekas Layaknya Mobil Mewah

5. 5 Langkah Mengetahui Berapa Biaya Pajak Kendaraan Bermotor

Seorang warga membayar pajak kendaraan bermotor dari rumah secara daring atau online di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Pembayaran secara online itu karena diliburkannya pembayaran secara langsung melalui Samsat untuk mencegah penularan Covid-19.ANTARA FOTO/SENO Seorang warga membayar pajak kendaraan bermotor dari rumah secara daring atau online di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Pembayaran secara online itu karena diliburkannya pembayaran secara langsung melalui Samsat untuk mencegah penularan Covid-19.

Membayar pajak kendaraan bermotor ( PKB) tiap tahun merupakan salah satu kewajiban dari tiap pemilik mobil dan sepeda motor di Indonesia sesuai besaran tarifnya masing-masing.

Hal ini bahkan dicantumkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 yang kemudian diperjelas pada Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang perubahan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 terkait Pajak Kendaraan Bermotor.

Guna memudahkan masyarakat, pemerintah telah menyediakan layanan pengecekan pajak kendaraan secara online sehingga tak perlu lagi lama mengantre di kantor Samsat.

Baca juga: 5 Langkah Mengetahui Berapa Biaya Pajak Kendaraan Bermotor



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X