Pemerintah Indonesia Protes ke Filipina Soal Bea Masuk Ekspor Mobil

Kompas.com - 15/01/2021, 13:21 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perdagangan RI menyatakan keberatan atas hambatan ekspor yang dilakukan pemerintah Filipina kepada produk otomotif asal Indonesia.

Seperti diketahui, Filipina baru saja mengenakan safeguard atau Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS) kepada mobil-mobil impor dari Tanah Air.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, mengatakan, Filipina seharusnya memiliki bukti yang kuat sebelum menerapkan aturan tersebut.

Baca juga: Begini Wujud Avanza Listrik yang Siap Diproduksi Mulai 2022 ?

Ilustrasi situasi jalan di Manila, Filipina.GLOBALFLEET.com Ilustrasi situasi jalan di Manila, Filipina.

Bukti ini harus menunjukkan bahwa industri manufaktur domestik Filipina mengalami kerugian yang serius karena mobil impor asal Indonesia.

“Kami akan terus melakukan berbagai langkah dan upaya agar Indonesia terbebas dari pengenaan BMTPS ini,” ujar Lutfi, dalam keterangan resmi (15/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lutfi juga mengatakan, pihaknya telah menerima rencana dari Kementerian Perdagangan dan Industri (DTI) Filipina yang bakal menerapkan BMTPS selama 200 hari.

Baca juga: Suzuki Buatan Cikarang dan Tambun Laris Manis, Carry Pikap Terbanyak

Pabrik Mitsubishi di Indonesia.Istimewa Pabrik Mitsubishi di Indonesia.

Regulasi ini kabarnya akan berlaku setelah dikeluarkannya customs order Filipina, yang diperkirakan terbit pada Januari 2021.

Kabarnya, Indonesia akan dikenakan BMTPS untuk mobil atau kendaraan dalam bentuk cash bond sekitar Rp 20 juta per unit, tetapi juga ada pengecualian.

Lutfi menambahkan, aturan ini akan berlaku bagi mobil penumpang impor dalam bentuk completely knocked-down, semi knocked-down, dan kendaraan bekas.

Baca juga: Budaya Turun-temurun Panaskan Mesin Mobil, Apakah Masih Perlu?

Suzuki All new Ertiga jadi salah satu komoditas ekspor Suzuki ke mancanegaraKompas.com/Setyo Adi Suzuki All new Ertiga jadi salah satu komoditas ekspor Suzuki ke mancanegara

Kemudian kendaraan untuk tujuan khusus seperti ambulans dan kendaraan jenazah, termasuk juga kendaraan listrik dan kendaraan mewah dengan harga di atas 25.000 dollar AS atau setara Rp 351 jutaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.