Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jika Tidak Ada Stimulus dari Pemerintah Pengusaha Bus Bisa Bangkrut

Kompas.com - 12/01/2021, 11:12 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.comPandemi Covid-19 masih saja terjadi di Indonesia. Berbagai cara coba dilakukan pemerintah untuk mengurangi penyebarannya, salah satunya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat Jawa – Bali yang dimulai 11 – 25 Januari 2021.

Namun dengan adanya PSBB ketat ini, berbagai sektor ikut terganggu, misalnya seperti transportasi darat, terutama para Pengusaha otobus (PO). Pemilik PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali mengatakan, ada pembatasan seperti ini, berpengaruh pada okupansi bus.

“Hari ini saja okupansi hanya 30 persen. Setiap pengumuman pemerintah semacam PSBB, pasti turun penumpangnya,” ucap Anthony kepada Kompas.com, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Selama PSBB Jawa-Bali, Bus AKAP Dilarang Bawa Penumpang Penuh

Bus AKAP PO Mulyo IndahKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Bus AKAP PO Mulyo Indah

Anthony mengatakan, untuk urusan harga tiket sebenarnya tidak ada peningkatan. Sayangnya walau harganya normal, penumpang tetap minim. Dirinya berharap ada stimulus ekonomi.

“Kami berharap selain ada pembatasan, harus diberikan pula stimulus ekonomi. Kalau tidak, masyarakat dan pengusaha akan terus berusaha untuk jalan,” kata Anthony.

Baca juga: Jarak Tempuh Jakarta-Pelabuhan Patimban Hanya 2 Jam, Lebih Efisien Dibanding Tanjung Priuk

Selain itu, pemerintah seharusnya memetakan sektor yang terdampak dari adanya PSBB ini. Kemudian mendapatkan insentif dari pemerintah. Apabila tidak ada stimulus, Anthony memprediksi di bulan April, usaha bus akan macet.

“Misalnya dari sektor perbankan, perpajakan, tidak ada keringanan. Bank restruk sampai Maret, kalau tidak perpanjang relaksasinya, rasanya kredit bakal macet,” ucapnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com