Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Bus Canggih BPPT, Mobile Laboratory Biosafety Level-2

Kompas.com - 08/01/2021, 14:21 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, salah satu cara penanganan wabah ini yaitu dengan meningkatkan jumlah pengujian sampel terduga Covid-19.

Untuk meningkatkan jumlah tes, salah satu caranya adalah dengan menyediakan layanan mobile yang menghampiri masyarakat.

Seperti yang diciptakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan membuat Mobile Laboratory Biosafety Level-2 (BSL-2) varian bus.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, inovasi Mobile Laboratory BSL-2 varian bus ini merupakan perkembangan dari generasi sebelumnya yang berbentuk kontainer dan trailer.

Baca juga: Cara Menghindari Pajak Progresif Kendaraan Bermotor

“Mobile Lab BSL-2 varian bus ini memiliki beberapa kelebihan dibanding generasi mobile lab sebelumnya, yakni mudah dipindahtempatkan dan lebih mampu menjangkau daerah yang membutuhkan. Walau berbentuk bus, lab bergerak ini dibangun dengan konsep yang sama seperti generasi sebelumnya yaitu mobile, akurat, dan aman,” ucap Hammam dalam siaran resminya, Rabu (16/12/2020).

Hammam menjelaskan, Mobile Lab BSL-2 varian bus ini dibangun bersama dengan mitra industri dengan mengikuti standar WHO dan Kementerian Kesehatan untuk pembangunan laboratorium pengujian PCR Covid-19, serta telah diverifikasi oleh Asosiasi Biorisiko Indonesia.

Dalam Mobile Lab BSL-2 ini juga ada beberapa penyempurnaan dibanding generasi sebelumnya.

Misalnya seperti Penambahan fasilitas untuk ekstraksi RNA, sehingga dapat menggunakan reagen yang lebih bervariasi (metoda magnetic beads) untuk menjaga keberlanjutan pengujian.

Baca juga: Pemutihan Bukan Berarti Tak Bayar Pajak Kendaraan

Penyempurnaan layout peralatan, untuk meningkatkan akurasi data dan keamanan personil penguji. Penyempurnaan sistem mekanik pintu yang dapat dibuka tutup secara touchless, untuk menghindari kontaminasi.

Untuk tampilan luarnya, bus ini mengambil basis dari truk Mitsubishi FM 517 HL yang dibuat bodinya oleh karoseri menjadi seperti bus. Tampilan depannya berubah total, dibuat mirip seperti Jetbus keluaran karoseri Adiputro dengan model double glass.

Baca juga: TNI Sebut Prajurit AL yang Diduga Bunuh Jurnalis di Banjarbaru Tak Keluar Satuan sejak 17 Maret

Begitu juga di bagian belakang, memakai lampu rem khas Jetbus. Untuk posisi belakang, dibuat kisi-kisi, namun untuk posisi mesinnya masih di bagian depan. Untuk dimensinya sendiri, terlihat lebih tinggi dibanding bus pada umumnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dedy Karoseri (@dedykaroseri)

Dengan dimensi yang lebih tinggi ini, orang yang ada di dalam laboratorium berjalan ini bisa lebih leluasa. Untuk bagian tengah memang dikhususkan sebagai laboratorium, jadi tidak banyak kaca di bagian samping seperti bus pada umumnya.

Untuk model pertama yang sudah melakukan roadshow Jakarta-Yogyakarta-Bali-Jombang-Jakarta pada tanggal 16 – 29 Desember 2020, tampilannya mirip Jetbus 3. Sedangkan untuk yang baru dibuat karoseri Subur Sukses Mandiri, tampilannya serupa dengan Jetbus 2.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kapal Selam Wisata Tenggelam di Laut Merah, 6 Orang Tewas
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau