Lebih Sulit Mana Motor Balap 4-tak atau 2-tak?

Kompas.com - 06/01/2021, 19:01 WIB
Pebalap legendaris Kenny Roberts. (ELECTRONIC IMAGE) (Photo by DOMINIQUE FAGET / AFP) DOMINIQUE FAGETPebalap legendaris Kenny Roberts. (ELECTRONIC IMAGE) (Photo by DOMINIQUE FAGET / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum era MotoGP dimulai pada 2002, ajang balap ini masih menggunakan motor berkonfigurasi 2-tak. Dengan mesin yang berbeda, tentunya karakter motor juga berbeda.

MotoGP sekarang ini menggunakan motor purwarupa berkapasitas 1.000 cc dengan konfirugasi 4-tak. Sebelumnya, masih menggunakan motor 2-tak berkapasitas 500 cc.

Baca juga: Bos Ducati Bongkar Penyebab Kegagalan di MotoGP 2020

Banyak yang beranggapan, motor balap 2-tak lebih sulit dikendarai dibandingkan motor balap MotoGP atau sebaliknya.

Sebab, zaman dulu tidak dilengkapi dengan perangkat elektronik sebanyak dan secanggih sekarang.

Valentino RossiFoto: MotoGP.com Valentino Rossi

Pebalap legendaris Kenny Roberts, mengatakan, dirinya tidak sepenuhnya setuju dengan anggapan tersebut. Menurutnya, motor MotoGP lebih mudah tapi juga lebih rumit di saat yang bersamaan.

"Ini bukanlah motor yang mudah dikendarai. Ketika ada 20 pebalap dalam jarak 1,5 detik, itu tidak mudah. Saya ingat saat kualifikasi dulu, di antara pebalap ada 7 detik selisih atau lebih. Selain itu, motornya juga lebih menuntut fisik," ujar Roberts, dikutip dari GPone.com, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Rekor Andrea Dovizioso di MotoGP Sulit Dikalahkan

Roberts menambahkan, ketika dirinya mengendarai motor 5-silinder Honda, itu terlihat seperti motor jalanan yang sangat bertenaga.

"Tidak seperti motor 500 cc saya, sangat jahat ketika Anda menyentuh gasnya. Di sisi itu, motor MotoGP lebih mudah," kata Roberts.

Marc Marquez saat berlaga di GP Andalusia 2020HRC Marc Marquez saat berlaga di GP Andalusia 2020

Lebih mudah karena sudah banyak perangkat elektronik, seperti launch control, anti-wheelie, traction control, dan lainnya. Sementara pada motor 500 cc, semua berdasarkan insting pebalap.

"Saya pikir motor MotoGP tidak lebih mudah dikendarai, tapi sekarang sudah lebih jarang terjadi highside. Di motor 500 cc, Anda harus berjuang. Sulit sekali dikendarai. Tahun-tahun berlalu, ban juga meningkat dan ini membantu, karena highside selalu menyakitkan, sekencang apa pun itu. Handling pada motor 2-tak lebih sulit," ujar Roberts.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X