Bos Ducati Bongkar Penyebab Kegagalan di MotoGP 2020

Kompas.com - 05/01/2021, 15:21 WIB
Pebalap Ducati Andrea Dovizioso, pebalap Pramac Racing Jack Miller, dan pebalap Suzuki Ecstar Joan Mir dalam MotoGP Austria Grand Prix di Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria pada 16 Agustus 2020. AFP/JOE KLAMARPebalap Ducati Andrea Dovizioso, pebalap Pramac Racing Jack Miller, dan pebalap Suzuki Ecstar Joan Mir dalam MotoGP Austria Grand Prix di Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria pada 16 Agustus 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Di MotoGP 2020, Ducati hanya bisa meraih dua kemenangan. Secara keseluruhan, performa pabrikan asal Italia ini juga terbilang tak cukup kompetitif.

Para pebalap Ducati mengeluhkan soal motornya yang tidak mampu beradaptasi dengan ban Michelin terbaru. Sehingga, sulit mendapatkan cengkraman ban yang optimal setiap balapan.

Baca juga: Bos Ducati Sebut Dani Pedrosa Berjasa Besar Bagi KTM

Direktur Olahraga Ducati Paolo Ciabatti, mengatakan, penyebab kekalahan sebenarnya adalah karena kondisi pandemi. Desmosedici GP20 memang cukup rumit dari segi teknis. Kurangnya persiapan membuat tim jadi kalah.

Pebalap Ducati Andrea Dovizioso memimpin balapan MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria, pada 16 Agustus 2020.AFP/JOE KLAMAR Pebalap Ducati Andrea Dovizioso memimpin balapan MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria, pada 16 Agustus 2020.

"Ketika kami mendesain motor di Ducati, kami memerkirakan musim yang normal. Tapi apa yang terjadi di 2020 karena pandemi tidaklah diprediksi," ujar Ciabatti, dikutip dari Speedweek.com.

Ciabatti menambahkan, pada musim yang normal, bisa diketahui berapa banyak waktu yang dimiliki untuk memerbaiki dan meningkatkan ide baru melalui sesi tes. Tapi sayangnya, para pebalap tidak bisa balapan atau tes selama lima bulan, sejak Februari hingga Juli.

Baca juga: Ayah Lorenzo Ungkap Penyebab Anaknya Sulit Taklukkan Ducati

"Banyak aktivitas konvensional yang tidak bisa dilakukan. Sebagai tambahan, departemen balap sudah dikunci untuk hampir dua bulan sejak Maret," kata Ciabatti.

Menurutnya, di musim 2020 ini, di mana banyak hal sulit dilakukan, motor yang sederhana justru menguntungkan. Dia merujuk pada Suzuki GSX-RR yang berhasil jadi juara dunia.

"Sebab, komponen dan fitur baru selalu butuh waktu untuk dapat bekerja secara sempurna dan 100 persen. Terkadang juga butuh diperbaiki. Kami tidak memiliki waktu untuk itu di musim 2020 ini," ujar Ciabatti.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X