Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Modifikasi Toyota FT86 Terinspirasi dari Game Need For Speed

Kompas.com - 28/12/2020, 15:41 WIB
Aprida Mega Nanda,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bicara soal modifikasi mobil memang tidak ada habisnya, tiap tahun akan selalu ada virus baru yang membuat dinamika tren dari seni merombak mobil selalu berubah.

Alirannya pun beragam, ada yang restorasi penuh, simpel, mengubah total tampilan, hingga yang bergaya balap.

Baca juga: Kenali Fitur Penunjang Keselamatan pada Mobil Saat Musim Hujan

Misalnya seperti Toyota GT86 atau di Indonesia lebih dikenal dengan FT86 tahun 2015 milik Ferdy yang dimodifikasi oleh Harprit Singh dari bengkel Creative Automodified di Pekanbaru.

Untuk modifikasinya, Harprit mengaku ingin membuat tampilan kendaraan roda empatnya seperti yang ada di video game mobil balap Need for Speed.

“Untuk modifikasi sektor eksterior kita memilih bodi kit aimgain GT2 yg di rancang khusus untuk Toyota FT86 yang di mana paketnya sudah termasuk front bumper, sideskirt, rear diffuser dan wide body yang sudah dilapisi oleh forged carbon,” ujar Harpit saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Profil Maya Kusmaya, Petinggi Pertamina yang Perintahkan Pertamax Dioplos

Namun pada sektor wide body-nya, Harprit melakukan custom lagi. Sebab pelek yang digunakan berukuran 18 inci, lebar 11 inci untuk bagian depan depan, dan 13 inci untuk bagian belakang.

“Sedangkan, wide body standar-nya Aimgain paling maksimal untuk pelek dengan ukuran lebar 10 inci dan 11,5 inci,” kata Harprit.

“Untuk wing (spoiler) duck tail kita tambahkan model bigwing dari Aimgain juga. Dengan penambahan system exhaust yang sudah kita ganti dengan keluaran Remus Catback System,” ucap Harprit.

Baca juga: Chef Renatta Ungkap Alasan Makanan di Restoran Mahal Tak Pakai Micin

Setelah pengerjaan sektor bodi selesai, Harprit merubah warna mobil yang awalnya berwarna merah solid menjadi warna kuning solid yang mana catnya di custom sendiri menggunakan produk Aika Paint.

“Pada bagian headlamp juga sudah kita custom dengan mengganti projie standar mobilnya dengan lensa blue lens (biled). Serta menambahkan logo GT86 di sudut kiri kanan headlamp,” katanya.

Sementara itu, untuk stoplamp juga sudah di full custom dengan full led matrix yang bisa diubah dengan beberapa mode gerakan.

Baca juga: Hari Terakhir Sritex Buka, Karyawan Tidak Bekerja, Hanya Saling Ucap Salam Perpisahan

Kemudian untuk sektor kaki-kaki. Harprit mengaku melakukan ubahan dengan memasangkan pelek Work Meister R18 lebar 11 inci depan, dan 13 inci belakang, yang dipesan langsung secara khusus untuk Pitch Circle Diameter (PCD) mobil tersebut (PCD 5/100).

Di mana lips dari pelek tersebut sudah kita lapis bahan carbon dengan motif carbon hexagonal, dan dipasangi ban Advan neova depan 255/35/18, dan 285/30/18 untuk ban belakang

Beralih ke bagian air suspensi, Harprit menggunakan Airlift Kit Bolt On untuk Toyota 86 dengan management system. Jadi, penggunaan air suspensinya sudah termemori dengan baik.

Baca juga: Singgung Gaya Glamour Kades Wiwin, Dedi Mulyadi: Dari Penampilan, Tas Ibu Mahal...

“Untuk sektor pengeremannya juga sudah kita upgrade juga dengan menggunakan big brake kit keluaran dari APracing. Bagian depan 6 pot rotor 355, dan belakang 4 pot rotor 345,” ujarnya.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tren

Profil Maya Kusmaya, Petinggi Pertamina yang Perintahkan Pertamax Dioplos

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Liburan di Dubai dengan Budget Rp 1 Juta per Hari? Bisa, Ini Panduan Lengkapnya

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Otomotif

Ini Komponen yang Bisa Rusak Ketika Mobil Jarang Dipakai

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Regional

Tanggapan Jokowi soal Instruksi Megawati agar Kader PDIP Tunda Ikuti Retreat

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Regional

Tegur Kades Wiwin Komalasari, Dedi Mulyadi: Ibu Kenapa Bikin Heboh, Bikin Ramai?

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Korupsi Pertamina, Kejagung: Patra Niaga Beli Pertalite, Dioplos Jadi Pertamax

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Atur Transaksi Kartu Kredit dengan Fitur Kontrol Transaksi Ini

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Kejagung Tetapkan Dirut Pertamina Patra Niaga Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Skandal Korupsi Pertamina 2018-2023, Pertalite Dioplos Jadi Pertamax

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

BPKN: Masyarakat Bisa Gugat Pertamina jika Benar Beli Pertamax tapi Dapat Pertalite yang Dioplos

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Terbelahnya Kepala Daerah PDI-P: Pramono Dkk Ikut Retreat, Koster Dkk Tunggu Arahan Mega

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Regional

Sudah Sampai di YIA, Bupati Nganjuk Bingung karena Instruksi Megawati Tunda Ikut Retret

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Regional

Viral dan Dihujat, Kades Wiwin Komalasari Klarifikasi soal Video Geli Bawa Nasi Kotak

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Aset Habis Dijual, Nunung dan Suami Kini Tinggal di Kos-kosan

api-1 . POPULAR-INDEX


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Penampakan Ikan Wader Buta yang Ditemukan Peneliti di Gua Cisodong Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau