Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/12/2020, 16:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comBus Sumatera atau yang melewati Lintas Sumatera memiliki keunikannya sendiri. Mulai dari sasisnya yang kebanyakan memakai buatan Eropa, sampai memasang tameng di kaca depannya.

Selain itu, trayek dari pulau Jawa ke Sumatera maupun antar kota antar dalam provinsi (AKDP) di Sumatera memiliki jarak yang jauh dan waktu tempuh yang lama. Sering terlihat bodi bus kotor dipenuhi debu.

Namun tampilan yang kotor pada bus ini juga lebih parah dibanding bus-bus AKAP yang ada di Pulau Jawa. Lalu kenapa tampilan bus-bus yang ada di Sumatera kerap terlihat kumal dan berdebu?

Baca juga: Kendaraan Niaga Dilarang Melintasi Jalan Tol Mulai Hari Ini!

Bus AKAP SumatraInfomasi Bus - Blogger Bus AKAP Sumatra

Anggota Forum Bismania Indonesia Asrul Arifin Siregar mengatakan, kotornya bus ini biasanya terjadi karena jarak tempuhnya yang jauh kemudian karena jalan yang rusak.

“Memang beberapa ruas jalan rusak, selebihnya sudah bagus. Biasanya sih yang kotor itu yang panjang tripnya,” ucap Asrul kepada Kompas.com, Senin (28/12/2020).

Jalan provinsi di Sumatera baik Lintas Tengah maupun Timur, terutama di wilayah Sumatra Barat dan Selatan relatif tidak terpelihara dengan baik. Sementara jika lewat Lintas Barat, rawan longsor di kala musim penghujan.

Baca juga: Andrea Dovizioso Menolak Menggantikan Marquez di MotoGP 2021

Bus AKAP Sumatrayoutube Bus AKAP Sumatra

Lintas Timur memang tertolong dengan adanya tol Bakauheni – Palembang, namun setelah Palembang ke Jambi masih melalui jalan provinsi yang memiliki titik-titik rawan kendaraan berat terbalik karena lubang dan aspal mengelupas.

Kemudian Asrul mengatakan, bus yang kotor ini juga kadang dibersihkan saat beristirahat di tempat makan, namun kembali lagi kepada kebiasaan tiap PO bus. Biasanya yang memiliki trayek Jawa – Sumatera yang membersihkan busnya di rumah makan.

“Kalau yang trip atau perjalanan dekat, kadang dibersihkan di rumah makan atau di tempat tujuan,” kata Asrul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.