Masuk Musim Hujan, Aspal Jalur Pantura dan Pansela Ditambal

Kompas.com - 22/12/2020, 17:41 WIB
Suasana kepadatan di jalur Pantura Palimanan, saat kendaraan pemudik melintas di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). H+4 Lebaran yang jatuh pada Minggu (9/6) merupakan puncak arus balik jalur Pantura yang didominasi kendaraan sepeda motor. ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARASuasana kepadatan di jalur Pantura Palimanan, saat kendaraan pemudik melintas di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). H+4 Lebaran yang jatuh pada Minggu (9/6) merupakan puncak arus balik jalur Pantura yang didominasi kendaraan sepeda motor.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang akhir tahun 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kondisi jalan nasional Pantai Utara (Pantura) di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peningkatan kondisi jalan bertujuan memperlancar konektivitas di jalur yang merupakan urat nadi transportasi dan logistik, di samping jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa dan Jalan Tol Trans Jawa.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan perekonomian wilayah meningkat.

Baca juga: Kesempatan Kedua Datsun Lewat Nissan Magnite

Salah satu ruas di jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir di Desa Lubuk Sakti yang kondisinya rusak parah. Di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan baik kendaraan roda dua maupun roda empat.KOMPAS.com/Amriza Nursatria Salah satu ruas di jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir di Desa Lubuk Sakti yang kondisinya rusak parah. Di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, telah menurunkan lebih dari 1.000 personil untuk melakukan penutupan lubang-lubang pada jalan nasional di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hal ini dilakukan utamanya untuk menanggulangi tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir di wilayah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sudah mengidentifikasi ada lima ruas jalan nasional yang mengalami pertumbuhan lubang secara luar biasa. Kami sudah turunkan tim untuk pelakukan penambalan secara cepat," ucap Hedy, dalam keterangan resmi (21/12/2020).

Baca juga: PSBB Jakarta Diperpanjang hingga Januari 2021, Bagaimana Ganjil Genap?

Infografik: Jalur PanselaKOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO Infografik: Jalur Pansela

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng-DIY Satrio Sugeng Prayitno menerangkan lima ruas jalan nasional yang akan dilakukan penambalan cepat tersebut yaitu Pemalangan-Pekalongan-Batang-Pelen, Semarang-Kudus-Lasem, Ketanggungan, Lingkar Sumpiuh dan Wangon.

"Penanganan tersebut memang masih bersifat sementara yaitu dengan penutupan lubang. Sementara untuk perbaikan permanen akan dilakukan setelah musim hujan usai," ujar Satrio, pada kesempatan yang sama.

Ia juga mengatakan, kegiatan preservasi jalan dan jembatan di Tahun Anggaran 2020 terus dilaksanakan setiap hari sejak terkontrak pada Januari 2020 dengan total panjang penanganan 96,29 km.

Baca juga: Bos Toyota Ungkap Potensi Masalah pada Mobil Listrik

Jalur Pansela JawaKementerian PUPR Jalur Pansela Jawa

Satrio mengungkapkan, total penanganan tambal lubang yang telah dilakukan sejak bulan Januari 2020 sebanyak 5.493 lubang.

Hingga akhir tahun menurutnya akan ada 3 tim sapu lubang yang diterjunkan setiap hari untuk menangani lubang jalan yang masih tersisa dengan patching modul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.