Penjualan Mobil Bekas Mulai Meningkat

Kompas.com - 15/12/2020, 20:11 WIB
CARRO 5 year anniversary Doc CARROCARRO 5 year anniversary
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona alias Covid-19 sedikit banyak telah mengubah cara individu beraktivitas, terutama di negara berpenduduk padat seperti Indonesia.

Transportasi umum perlahan tak lagi dijadikan sebagai alat perpindahan utama bagi karena berpotensi jadi kluster penyebaran virus. Peran tersebut (90 persen) digantikan oleh kendaraan pribadi, terkhusus mobil.

Demikian yang dipaparkan Co-Founder Carro Aditya Lesmana dengan mengutip riset 'Indonesian Autos' yang dilakukan oleh HSBC Global Research dalam webinar bertajuk Media Gathering Akhir Tahun, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Hilang di Situs Resmi, Isuzu Panther Resmi Pamit?

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

"Sesuai dengan riset itu, selama pandemi Covid-19 Carro sendiri telah mengalami lonjakkan permintaan sebesar 600 persen untuk mobil bekas bersertifikat yang bisa diuji coba dari dalam rumah dan dibeli secara online," katanya.

Lebih lanjut, kenaikan permintaan mobil bekas itu juga didorong oleh tren penggunaan kendaraan pribadi untuk menjalankan usaha mulai dari menjual buah-buahan dan sayuran, sampai kopi serta makanan ringan.

"Kalau sebelum pandemi, mereka usaha harus dijalankan dari bangunan fisik. Kini masyarakat Indonesia justru melakukan inovasi dan melihat mobil tak hanya bisa dijadikan alat transportasi tapi juga 'kendaraan' untuk memulai usaha," ujar Aditya.

"Ya, memilih mobil bekas untuk memulai usaha jadi opsi tepat karena harganya sendiri sudah di bawah mobil baru. Sehingga, masyarakat bisa menikmati manfaat yang sama dengan mengeluarkan biaya lebih sedikit," ujar Hendra Noor Saleh, pengamat otomotif sekaligus Presiden Direktur Dyandra Promosindo di kesempatan sama.

Baca juga: Beli Mobil Bekas Secara Kredit, Berapa Lama Unit Sampai ke Rumah?

Lapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua.KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Lapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua.

Namun, ucap Aditya, penting untuk membeli mobil bekas siap pakai yang berkualitas tinggi dibanding berharga miring tapi nyatanya memerlukan rekondisi dan perawatan ekstra. Sebab, biaya yang dibutuhkan bisa jauh lebih besar.

Pasar mobil bekas sendiri berkembang secara bertahap di Indonesia dan menjadi lebih terstruktur karena persyaratan pembiayaan yang fleksibel, peningkatan ketersediaan saluran diler berstandarisasi, serta transparansi informasi.

Menurut Ipos Business Consulting, 40 persen pembelian mobil bekas dilakukan secara tunai karena hal tersebut memungkinkan konsumen menikmati harga 20-30 persen lebih rendah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X