Kompas.com - 15/12/2020, 14:22 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Melakukan perawatan mobil memang sudah seharusnya dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan.

Selain untuk menjaga agar setiap komponen bisa bekerja dengan baik, juga untuk memastikan ada tidaknya bagian yang perlu diganti.

Dalam melakukan perawatan memang sebaiknya diserahkan kepada yang lebih ahli seperti di bengkel.

Tetapi, untuk perawatan yang sederhana pemilik kendaraan pun bisa melakukannya sendiri di rumah dan tidak harus pergi ke bengkel.

Baca juga: Ini 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Jelang Akhir 2020

Berikut perawatan yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

Ilustrasi mengganti air radiatorSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengganti air radiator

1. Air radiator

Melakukan pengecekan air atau cairan radiator menjadi salah satu cara dalam merawat kendaraan. Seperti diketahui, komponen radiator menjadi perangkat yang sangat vital pada kendaraan roda empat.

Jika kondisinya tidak terpantau bisa saja menyebabkan terjadinya overheat hingga kerusakan yang lebih barah.

Untuk itu, pengecekan cairan pada komponen ini perlu dilakukan agar kinerjanya tetap sempurna dalam mendinginkan mesin.

Baca juga: Ingat, Penghapusan Denda Bukan Berarti Bebas Pajak Kendaraan

"Yang pertama bisa dengan memeriksa ketinggian air radiator coolant di tangki cadangan (reservoir). Sebab jika kekurangan bisa menyebabkan mesin overheat,” kata Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pada Kompas.com belum lama ini.

Jika diketahui cairan kurang, Bambang melanjutkan, pemilik kendaraan bisa menambahkannya hingga sesuai dengan batas yang diperbolehkan.

Periksa kondisi oli mesin dan air radiatorGhulam Muhammad Nayazri/Otomania Periksa kondisi oli mesin dan air radiator

2. Periksa volume oli

Volume oli juga perlu diperiksa untuk memastikan volume sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan yakni tidak kekurangan atau pun kelebihan.

Cara mengecek sisa volume oli pada mesin, pemilik bisa menggunakan dipstick atau stik pengukur volume oli yang ada pada bagian mesin.

Melalui stik pengukur oli tersebut, pemilik bisa mengetahui ketinggian pelumas yang tersisa di dalam mesin.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Harus ke Samsat, Begini Caranya

"Ketika oli terlalu banyak bisa menimbulkankan gelembung udara dan berimbas pada kemampuan dalam melumasi serta mengurangi kerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas,” ujar Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Suparman.

Sedangkan jika mesin kekurangan oli, kata Suparman, akibatnya bisa lebih fatal. Seperti, jantung pacu akan mengeluarkan suara sangat kasar karena timbul gesekan akibat pelumasan yang tidak menyeluruh.

“Ujung-ujungnya mesin bisa rusak karena banyak keausan yang terjadi," katanya.

Tabung Wipertoyotalampung.blogspot.com Tabung Wiper

3. Air wiper

Perawatan lain yang tidak boleh dilupakan adalah mengecek volume air wiper yang ada di dalam tangki cadangan.

Meski terkesan sepele, tetapi ketersediaan air pada tabung reservoir wiper ini cukuplah penting, terlebih di musim hujan seperti sekarang ini.

Yang mana kadang air hujan bisa menyebabkan kaca menjadi lebih kotor dari biasanya, sehingga dibutuhkan air wiper untuk membantu membersihkannya.

Baca juga: Mengapa STNK Kendaraan yang Sudah Dijual Perlu Diblokir?

Ilustrasi reservoir minyak remGridOto.com/Ryan Ilustrasi reservoir minyak rem

4. Cek volume minyak rem

Keberadaan minyak rem juga menjadi bagian dari perawatan mobil yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

Untuk memastikan agar kinerja sistem pengereman tetap optimal, sebaiknya dipastikan ketinggian minyak rem berada pada batas maksimum.

Jika diketahui minyak rem berkurang atau di bawah batas terendah, sebaiknya ditambah agar sesuai.

Baca juga: Begini Cara Mudah Blokir STNK Tanpa Harus ke Samsat

“Jika minyak rem berkurang, maka harus ditambahkan. Namun, jangan menggunakan minyak rem dengan spesifikasi DOT yang berbeda,” kata Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM).

Ban mobil GetasKompas.com/Fathan Radityasani Ban mobil Getas

5. Kondisi ban

Komponen lain yang perlu diperiksa adalah kondisi fisik ban. Sigit Wahyu Anggoro, Division Head After Sales & Biz Solution CARfix Indonesia,mengatakan, kondisi ban juga berpengaruh terhadap stabilitas kendaraan. 

Terlebih ketika digunakan untuk melintasi jalan yang kondisinya masih basah atau di bawah guyuran air hujan.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

Jika kondisi karet pelapis pelek sudah jelek atau aus tentunya akan berpotensi mobil tergelincir karena mengalami aquaplaning.

“Periksa juga kondisi ban, tekanan angin dan alur ban. Pastikan tekanan udara sudah sesuai standar dan alur serta ketebalannya masih bagus,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.