Begini Tindakan yang Tepat Saat Pecah Ban di Jalan Tol

Kompas.com - 15/12/2020, 14:02 WIB
Insiden pecah ban yang dialami mobil Sean Gelael saat menjalani SS3 perlombaan leg 1 Danau Toba Rally 2019, Sabtu (23/11/2019). Dok. Jagonya AyamInsiden pecah ban yang dialami mobil Sean Gelael saat menjalani SS3 perlombaan leg 1 Danau Toba Rally 2019, Sabtu (23/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat berkendara di jalan tol, mobil bergerak dalam kecepatan tinggi. Saat terjadi pecah ban, maka akan sangat berbahaya jika pengemudinya tidak mampu mengatasinya dengan tepat.

Pada umumnya, orang akan panik ketika mobil mengalami pecah ban saat sedang melaju di jalan tol. Dalam keadaan panik tersebut, justru semakin memperbesar potensi kecelakaan.

Baca juga: Pahami Adab Berhenti di Bahu Jalan Tol

Fachrul Rozi, Customer Engineering Support PT Michelin Indonesia, mengatakan, pengemudi yang panik justru bisa membuat mobil terguling. Menurutnya, jangan injak rem ketika pecah ban, lebih baik injak gas.

Ilustrasi pecah ban: Kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, Minggu (15/9/2019), karena mobil mengalami pecah ban.Shutterstock Ilustrasi pecah ban: Kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, Minggu (15/9/2019), karena mobil mengalami pecah ban.

"Terutama buat pengemudi yang panik atau latah, daripada injak rem lebih baik injak gas saja. Ban pecah mengakibatkan gaya tarik ke samping menjadi lebih besar ketimbang gaya tarik ke depan. Kondisi ini membuat setir cenderung lebih berat, mengikuti arah pecahnya ban. Singkatnya, mobil bisa oleng dan terguling di jalan,” ujar Rozi, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Rozi menambahkan, saat mobil semakin lambat, gaya tarik ke samping akan semakin besar. Pengemudi harus lebih dulu bersiap menghadapi keadaan ini, salah satunya dengan menahan setir sekuat tenaga.

Baca juga: Sering Diabaikan, Ngebut di Jalan Tol Tingkatkan Risiko Kecelakaan

"Jika panik, tenangkan diri sambil melaju saja. Tambah gas sedikit agar tercipta gaya tarik ke depan, kalau sudah siap baru kurangi kecepatan secara perlahan," kata Rozi.

Rozi menegaskan, jangan menginjak rem. Cukup kurangi kecepatan dengan melepas gas dan menurunkan gigi saja. Namun, lakukan hal tersebut secara perlahan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X