Selain Kemacetan dan Covid-19, Jangan Lupakan Fenomena La Nina

Kompas.com - 29/10/2020, 08:22 WIB
Ilustrasi musim hujan yang dipengaruhi La Nina. BMKG merilisi anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesa dapat menyebabkan curah hujan yang tinggi dan berakibat pada bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor. SHUTTERSTOCK/CHOKCHAI POOMICHAIYAIlustrasi musim hujan yang dipengaruhi La Nina. BMKG merilisi anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesa dapat menyebabkan curah hujan yang tinggi dan berakibat pada bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain mengingkatkan masalah protokol kesehatan dan tetap berhati-hati selama perjalanan di libur panjang saat ini, Kementerin Perhubungan (Kemenhub) juga meminta masyarakat yang berpergian waspada terhadap kondisi cuaca.

Pasalnya, saat ini sedang terjadi perubahan cuaca ekstrem yang mengakibatkan tingginya curah hujan dan angin kecang, terutama mendekati peralihan ke November.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, masyarakat yang berpergian dengan segala jenis transportasi harus waspada, begitu juga untuk pihak operatornya.

Baca juga: Cegah Kepadatan, Jasa Marga Tutup Rest Area di Tol Jakarta-Cikampek

"Beberapa hari lalu sudah dibicarakan oleh pak Menteri (Budi Karya Sumadi), pihak operator harus mengantisipasi fenomena La Nina yang berimbas pada cuaca ekstrim. Semua sektor, darat, laut, udara, sampai perkeretaapian sudah diminta kewaspadaannya," ucap Budi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/10/2020).

Terjadi genangan air sepanjang Jalan Tol Padaleunyi akibat adanya proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rabu (12/8/2020).Dokumentasi Humas Jasa Marga Terjadi genangan air sepanjang Jalan Tol Padaleunyi akibat adanya proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rabu (12/8/2020).

Terkait untuk sektor darat, Budi menjelaskan ada dua konsentrasinya, yakni pada penyeberangan dan juga daerah rawan banjir serta longsor yang kerap terjadi pada beberapa titik di jalan tol.

Untuk penyeberangan, Budi meminta pihak operator melakukan monitoring terkait kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah. Hal tersebut penting dilakukan untuk menghindari tingginya ombak yang dikarenakan faktor alam.

Apalagi pada musim liburan saat ini, bisa dipastikan terjadi lonjakan intensitas aktivitas penyeberangan karena banyak masyarakat yang melakukan perjalanan.

Baca juga: Hari Ini 2 Tabrakan Beruntun Terjadi di Tol Layang Jakarta-Cikampek

Sementara untuk jalur data, Budi juga mengingatkan operator bus serta masyarakat yang membawa kendaraan pribadi untuk awal pada tingginya curah hujan yang mungkin saja terjadi saat dalam perjalanan.

Jasa Marga bakal lakukan rekayasa lalu lintas di Tol Cipularang, Bandung, Kamis (20/2/2020).Humas Jasa Marga Jasa Marga bakal lakukan rekayasa lalu lintas di Tol Cipularang, Bandung, Kamis (20/2/2020).

"Sudah dikoordinasikan, untuk operator bus kami minta ingatkan ke sopir, kalau terjadi curah hujan tinggi jangan memaksa untuk terus berjalan karena risikonya kecelakaan, demikian juga buat warga yang bawa mobil pribadi," ucap Budi.

"Kami juga bicara ke pihak terkait mengenai antisipasi bila untuk penanganan longsor dan banjir di jalan tol kalau-kalau ada kejadian. Intinya kita harus waspada dalam hal apapun," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X