Cara Jitu Cegah Tabrak Belakang di Jalan Tol

Kompas.com - 28/10/2020, 10:42 WIB
Satu orang tewas dalam kecalakaan beruntun di tol Cipali kilometer 84+800, Subang, Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 12.35 WIB. HANDOUTSatu orang tewas dalam kecalakaan beruntun di tol Cipali kilometer 84+800, Subang, Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 12.35 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan tabrak belakang di jalan tol masih menjadi salah satu momok menakutkan bagi pengemudi mobil. Tapi, ada cara jitu untuk bisa mencegah atau sedikitnya mengurangi risiko terjadinya kecelakaan tabrak belakang.

Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan mengatakan, salah satu penyebab ta rak belakang, adalah kurangnya jarak aman setiap mobil. Selain itu, bisa juga disebabkan adanya gap kecepatan yang terlampau tinggi antara truk dan mobil biasa.

Marcell melanjutkan, cara jaga jarak yang aman yaitu dengan menghitung jeda dengan mobil di depannya minimal tiga detik.

“Karena dengan menjaga jarak aman, kita memiliki waktu untuk bertindak dan ruang yang cukup untuk berhenti,” ucap Marcell kepada Kompas.com, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Rincian Biaya Tambahan Saat Bayar Pajak Kendaraan 5 Tahunan

Polisi mengevakuasi bangkai kendaraan pasca kecelakaan maut di KM 184 Tol Cipali, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (10/8/2020).KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Polisi mengevakuasi bangkai kendaraan pasca kecelakaan maut di KM 184 Tol Cipali, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (10/8/2020).

Cara menjaga jarak tiga detik yaitu saat kendaraan di depan melintasi benda statis, misalnya seperti pohon, jembatan, atau lainnya, kita mulai berhitung berapa detik jedanya hingga sampai ke benda statis yang jadi patokan.

Jika dirasa kurang dari tiga detik, berarti jarak mobil dengan kendaraan di depannya terlalu dekat, bisa kurangi kecepatannya. Marcell mengatakan, metode jarak iring tiga detik termasuk efektof karena dapat digunakan di kecepatan berapa saja.

“Jangan mepet-mepet dengan kendaraan di depan. Saat mepet, kita tidak punya waktu untuk bertindak dan jarak untuk berhenti,” kata Marcell.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Akan Berlaku di Seluruh Indonesia

Kalau kejadian tabrak belakang truk yang lebih lambat, Marcell mengatakan kalau penyebabnya yaitu observasi pengemudi yang kurang. Oleh karena itu penting pengemudi untuk memiliki pandangan yang jauh ke depan.

“Bila di depan ada kendaraan yang lebih lambat, maka kita harus segera menyesuaikan kecepatan dan bila memungkinkan dan aman, bisa didahului,” kata dia.

Tips lainnya yang diberikan Marcell agar terhindar dari tabrak belakang yaitu jangan ada distraksi. Distraksi bisa ada berbagai bentuk, mulai dari main HP, diajak ngobrol, mengganti saluran radio dan lainnya.

Ilustrasi orang menyetir sambil main handphonefreepik.com Ilustrasi orang menyetir sambil main handphone

“Saat terdistraksi, kita bisa kehilangan informasi di depan kita. Walau satu detik, namun di kecepatan tinggi kita sudah bergerak lumayan jauh,” ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X