Kompas.com - 23/10/2020, 12:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi pada mesin kendaraan bermotor tiap tahun berbanding lurus terhadap pola dan metode perawatannya, termasuk dalam pergantian pelumas alias oli.

Perubahan ini pula yang mengakibatkan banyaknya produk pelumas di pasaran karena selalu menyesuaikan dengan kebutuhan teknologi pada kendaraan terkait supaya mendapatkan hasil optimal.

Seiring dengan hal tersebut, timbul anggapan bahwa menggunakan oli berspesifikasi tinggi khususnya sintesis terhadap mobil tahun tua atau jadul punya manfaat tersendiri. Benarkah demikian?

Baca juga: Mulai Musim Hujan, Ini 4 Komponen Mobil yang Wajib Dicek

seorang mekanik tengah melakukan pengisian oli mesin mobil di bengkel carfixcarfix seorang mekanik tengah melakukan pengisian oli mesin mobil di bengkel carfix

Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi mengatakan, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Sebab, penggunaan oli yang tak cocok bisa membuat kerja mesin jadi terkendala dan filter oli cepat kotor.

"Untuk mobil produksi lama, karena ukuran kerapatan antara seher dan rumahnya tidak begitu rapat dibandingkan mobil terkini, pelumas yang cocok biasanya berbahan mineral. Kalau dipaksakan, akan terjadi loss," ujar dia saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Hal serupa juga dikatakan pemilik bengkel mobil Star Racing Kebon Jeruk, Widodo. Menurut dia, pemakaian oli mineral pada mobil tua mampu menempel di dinding mesin dibandingkan oli sintesis.

Baca juga: Syarat dan Prosedur Perpanjangan Pajak STNK Tahunan

Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGCSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC

"Benar. Kalau mobil lama pakai oli baru, pasti loss karena ukuran lubangnya besar. Jadi, pelumasnya harus berbahan mineral," katanya.

Jika mobil lama dipaksakan memakai pelumas berbahan sintetis, lanjut Widodo, kandungan mineral yang menempel di dinding akan luntur sehingga memengaruhi kinerja mesin.

"Oli sintetik yang bening dan non-sulfur, karena sifatnya membersihkan mesin, itu justru akan membuat mineral itu luntur. Nanti pengaruh ke mesin," kata Widodo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.