Apa Benar Saat Mobil Transmisi Matik Mogok Tak Boleh Didorong?

Kompas.com - 23/10/2020, 12:01 WIB
Ilustrasi mobil mogok SHUTTERSTOCKIlustrasi mobil mogok

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa perilaku yang dilakukan pada mobil bertransmisi otomatis (matik) kerap berbeda dengan yang konvensional alias manual. Satu diantaranya terkait tata cara penanganan ketika mogok.

Pada mobil matik, terdapat pompa hidrolik yang akan hanya aktif berkerja untuk menyemburkan oli saat mobil hidup. Arinya, ketika mobil dalam keadaan mati atau mogok, komponen seperti transmisi tidak akan dilumasi oleh oli.

"Sehingga, bila roda penggerak mobil matik jalan yang mana transmisinya juga otomatis berputar (karena diderek atau ada dorongan), maka bakal mengakibatkan kerusakan," ujar Service Part Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Perhatikan Angka Kilometer Saat Beli Motor Bekas

Komponen power steering hidrolik.Ghulam/Otomania Komponen power steering hidrolik.

Meski demikian, lanjut Anjar, bukan berarti mobil dengan transmisi otomatis benar-benar tidak bisa didorong ketika mogok.

Mobil matik tetap bisa didorong, tetapi harus memperhatikan beberapa hal agar tidak merusak komponen lainnya seperti mengangkat seluruh roda penggerak.

“Tata cara yang benar untuk dorong atau derek mobil matik itu ialah, ban roda penggerak harus terangkat. Towing ke bengkel resmi terdekat,” ucap dia.

Secara terpisah, Kepala Bengkel Auto 2000 Suparna mengatakan, saat mobil matik mogok sebaiknya langsung memanggil teknisi yang ahli. Bila mobil ditowing, maka laporkan kepada teknisi agar dilakukan pengecekan kembali.

Baca juga: Kemenhub Batasi Operasional Angkutan Barang Saat Libur Panjang

Tampak petugas dan warga tengah membantu mendorong serta mengganjal kendaraan pemudik yang mogok di jalur tanjakan Kamojang-Ibun.Foto Humas Polda Jabar Tampak petugas dan warga tengah membantu mendorong serta mengganjal kendaraan pemudik yang mogok di jalur tanjakan Kamojang-Ibun.

“Jangan pernah mendorong mobil matik sekalipun dalam keadaan terpaksa. Karena dengan mendorong mobil matik, komponen-komponen mesin atau transmisi akan mengalami shock sehingga mempercepat kerusakan, terutama pada komponen drive train,” katanya.

Apalagi, lanjut Suparna, mencoba menghidupkan mesin mobil matik dengan cara didorong layaknya mobil manual. Selain sulit untuk dilakukan, cara tersebut juga akan menyebabkan kerusakan pada komponen-komponen transmisi matik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X