Luhut Sebut Indonesia Mampu Jadi Pemain Kunci Industri Mobil Listrik

Kompas.com - 23/10/2020, 07:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Untuk membangun ekonomi Indonesia dalam konteks Making Indonesia 4.0, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mendorong Tanah Air agar menjadi negara tujuan investasi mobil listrik.

Menurut Luhut, sebelum pandemi Covid-19 banyak negara memilih untuk berinvestasi di China. Namun, kini investor mulai mengalihkan investasi mereka dan mencari negara lain yang punya potensi.

Indonesia jadi salah satu negara yang dilirik untuk industri mobil listrik. Ini bisa dilakukan lantaran memiliki sumber daya melimpah untuk memproduksi bahan baku.

Baca juga: Syarat dan Prosedur Perpanjangan Pajak STNK Tahunan

Peletakan batu pertama pabrik baterai di Morowali Peletakan batu pertama pabrik baterai di Morowali

“Salah satu sektor yang dikembangkan dalam mewujudkan Making Indonesia 4.0 di Indonesia adalah sektor otomotif, terutama Electric Vehicle (EV),” ujar Luhut, dalam konferensi virtual (19/10/2020).

Luhut menjelaskan Indonesia memiliki sumber daya nikel, alumunium, dan tembaga yang melimpah. Ketiga sumber daya alam ini dapat diintegrasikan agar industri hilir bisa kompetitif dalam persaingan global.

Ia menambahkan, berdasarkan Global Battery Alliance, peningkatan produksi mobil listrik dapat menghasilkan 10 juta pekerjaan dengan nilai ekonomi sekitar 150 miliar dolar AS.

Baca juga: Tren SUV Kecil, Nissan Magnite Resmi Meluncur

Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf Foto: Wikipedia/H.Kashioka Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf

Tak heran jika saat ini produsen mobil listrik dan baterai di dunia tengah mencari lokasi baru untuk berinvestasi.

Luhut juga mengatakan, pengembangan mobil listrik yang dilakukan sejumlah perusahaan global merupakan kelanjutan dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

“Apabila semua atau sebagian besar supply chain yang terkait bisa diproduksi di Indonesia, maka Indonesia bisa menjadi pemain kunci secara global di industri masa depan ini,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.