Perhatikan Angka Kilometer Saat Beli Motor Bekas

Kompas.com - 22/10/2020, 18:15 WIB
Deretan sepeda motor bekas yang ditawarkan di Duta Motor, Senin (9/6/2014).  Febri ArdaniDeretan sepeda motor bekas yang ditawarkan di Duta Motor, Senin (9/6/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika membeli sepeda motor bekas harus memperhatikan beberapa kondisi, seperti kelengkapan surat, pajak, dan mesin. Namun selain itu ada lagi yang perlu diperhatikan yaitu kilometer.

Darwin Danubrata, pedagang sepeda motor bekas Songsi Motor Jagakarsa Jakarta Selatan mengatakan, besaran kilometer penting sebab akan berpengaruh pada harga jual.

“Lihat kilometernya sudah banyak atau belum. Harganya akan berpengaruh,” ujar pria yang akrab disapa Darwin kepada Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Rincian Kisaran Biaya Tim Moto2 untuk Satu Musim

"Misalkan, ada motor yang kondisi masih bagus, kilometer rendah, hargannya bisa 5 persen lebih mahal dibandingkan dengan kondisi yang masih bagus tapi sudah sering jalan. Tergantung juga dengan kondisi motornya." katanya.

Speedometer motor Kawasaki Vulcan S saat sesi pemotretan di kawasan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2015). Sepeda motor bergenre cruiser dengan mesin 650cc dua silinder ini dijual dengan harga sekitar Rp 167 juta on the road.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Speedometer motor Kawasaki Vulcan S saat sesi pemotretan di kawasan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2015). Sepeda motor bergenre cruiser dengan mesin 650cc dua silinder ini dijual dengan harga sekitar Rp 167 juta on the road.

Yosia Hermato, pedagang motor bekas dari Talenta Motor Jakarta Barat menambahkan, selain harga, besaran kilometer juga akan berpengaruh terhadap mesin. Sebab, logikannya semakin kecil angka kilometer semakin baik mesin, sebaliknya, makin besar maka mesin rawan keausan. Meski hal itu tidak jadi patokan.

Baca juga: Honda Grom Generasi Baru Meluncur

“Balik lagi nanti ke kondisi mesinnya. Tapi beli motor bekas sebaliknya kita lebih perhatikan mesin, karena bodi masih bisa dibeli. Sparepart masih ada apalagi kalau motor baru. Tapi kalau mesin susah nantinya,” katanya.

Untuk itu, kata Yosia, saat mau membeli motor bekas sebaiknya motor itu dicoba langsung. Apalagi jika tujuan membeli motor itu untuk digunakan sehari-hari, maka harus melakukan tes jalan.

“Wajib tes jalan. Kalau kita ajak jalan dan ada bunyi yang di luar toleransi, dari mesin kasar suaranya pasti ketahuan. Tapi itu juga main feeling juga, seperti waktu digas terasa tidak enak dan lain-lain,” ucap Yosia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X