Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Single-Sided Swingarm

Kompas.com - 19/10/2020, 14:01 WIB
Honda NSR 150 SP Tyga-performance.comHonda NSR 150 SP

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada beberapa model atau jenis swingarm yang digunakan pada sepeda motor. Namun, hanya ada dua yang umum digunakan, yakni double-sided swingarm dan single-sided swingarm.

Double-sided swingarm adalah swingarm yang banyak digunakan di motor, mulai dari motor bebek, skuter matik (skutik), hingga motor sport.

Baca juga: Mengenal Fungsi Swingarm, Komponen Vital pada Sepeda Motor

Sedangkan single-sided swingarm, banyak digunakan oleh motor sport. Pada skutik tidak sepenuhnya bisa dibilang swingarm, karena berfungsi juga sebagai transmisi.

Honda NSR 150 SP tembus di atas Rp 20o jutaanIstimewa Honda NSR 150 SP tembus di atas Rp 20o jutaan

Single-sided swingarm versi modern dikembangkan oleh Honda, untuk motor tipe RVF. Namun, karena beberapa pertimbangan, Honda memilih untuk menggunakan swingarm normal.

Ducati menjadi salah satu pabrikan yang konsisten menggunakan single-sided swingarm. Sebagiam besar model yang diciptakan, disematkan komponen tersebut.

Dikutip dari Motorcyclenews.com, keuntungan utama dari single-sided swingarm adalah kemudahan perawatan. Swingarm model ini memungkinkan untuk melepas roda bekakang dengan cepat.

Baca juga: Fungsi Karet di Swingarm, Masih Banyak yang Belum Paham!

Keuntungan lainnya adalah nilai estetika. Motor jadi terlihat lebih rapi dari satu sisi. Single-sided swingarm juga umumnya memiliki sedikit celah. Sehingga jika kotor, akan mudah untuk dibersihkan.

Namun, kekurangannya adalah single-sided swingarm harus memiliki dimensi besar dan kuat untuk menerima stress yang didapat dari beban motor, akselerasi, dan lainnya.

Bearing yang digunakan juga harus lebih besar dan lebih kuat. Selain itu, tingkat kelurusan ban juga kadang menjadi masalah. Akan lebih mudah membuat posisi ban lurus ketika roda terpasang di kedua sisi.

Ducati Panigale V4Ducati Ducati Panigale V4

Sementara swingarm normal, kelebihannya adalah kekakuan yang ditawarkan. Mudah untuk menghasilkan swingarm yang kuat, desain sederhana, tanpa proses produksi yang rumit.

Dengan ban terpasang di kedua sisinya, maka membuat ban sejajar dan mengatur ketegangan rantai akan lebih mudah didesain.

Lalu, distribusi bobot yang ditawarkan juga lebih baik. Sebab, tidak ada satu sisi yang berat sebelah.

Ducati Monster SR4Foto: Blogo Ducati Monster SR4

Kekurangan utama dari swingarm model ini adalah perawatan roda. Butuh waktu lebih lama untuk melepas roda. Selain itu, banyak celah sempit yang membuat pemilik jadi sedikit sulit membersihkan bagian roda atau kolong motor.

Itu juga yang menjadi jawaban mengapa motor balap MotoGP menggunakan double-sided swingarm. Sedangkan pada ajang balap ketahanan, biasanya baru memakai single-sided swingsr



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X