Jangan Sembarangan, Derek Mobil Transmisi Otomatis Ada Aturannya

Kompas.com - 01/10/2020, 19:31 WIB
Sebuah mobil diderek oleh petugas Dishub DKI di dalam Ancol. Banyak kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan pada perayaan tahun baru ini. Kamis (31/12/2015) Kompas.com/Robertus BelarminusSebuah mobil diderek oleh petugas Dishub DKI di dalam Ancol. Banyak kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan pada perayaan tahun baru ini. Kamis (31/12/2015)

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini beragam tips seputar transmisi otomatis atau transmisi matik marak beredar. Ini seiring dengan banyaknya permintaan mobil bertransmisi matik yang terus bertambah.

Perlu dipahami, ada hal yang patut diperhatikan bila mobil bertransmisi otomatis alami kendala mogok di tengah perjalanan, yaitu tidak asal mendorong apalagi menderek mobil. Ini dilakukan untuk menjaga umur transmisi jadi lebih panjang.

Baca juga: Pilihan Motor Klasik yang Punya Harga Murah

“Pengguna mobil tranmsisi otomatis terutama yang pemula sebaiknya mengingat, kendaraan tidak boleh didorong dalam kondisi mesin mati,” ujar Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriadi, kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2020).

Tuas transmisi mobil matik Tuas transmisi mobil matik

Bambang menjelaskan, tranmsisi otomatis memiliki kampas kopling yang terus terhubung. Ketika mesin mati lantas mobil di dorong atau bergerak dengan jarak cukup jauh, maka akan mengalami panas dan keausan sebab oli pelumas tidak bekerja.

Baca juga: Ini 3 Motor 2-Tak yang Paling Banyak Direstorasi

Seperti saat kondisi hendak di derek saat darurat, pemilik wajib memperhatikan pengggerak roda apakah di depan atau di belakang.

Jika penggerak belakang, maka roda yang diangkat roda belakang begitupun sebaliknya, jika penggerak depan yang diangkat roda depan, maka ban belakang menyentuh tanah.

Kemudian untuk berjaga-jaga, mintalah sopir mobil derek berkendara perlahan.

“Untuk itu baiknya pilih derek gendong atau diangkut karena keempat ban tidak menapak aspal. Kalau dengan derek biasa atau yang ditarik, jaraknya bisa jauh dengan kecepatan tinggi. Ini yang berbahaya bagi transmisinya,” kata Bambang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X