Realisasi Stimulus Pajak Mobil Baru Nol Persen Masih Tanda Tanya

Kompas.com - 26/09/2020, 07:02 WIB
Honda di GIIAS 2017. HPMHonda di GIIAS 2017.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Usulan relaksasi mendongkrak penjualan mobil baru melalui potongan pajak hingga nol persen yang diminta Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, hingga saat ini masih menjadi wacana lantaran tak ada kepastian.

Di sisi lain, minat konsumen untuk membeli mobil dengan harga murah terlihat cukup besar. Salah satu indikasinya, berbagai artikel Kompas.com yang membahas soal hitungan model-model favorit mobil di pasar jika menikmati insentif ini tergolong besar.

Dampak dari informasi yang sudah beredar luas tapi belum ada keputusannya tersebut, kini seakan menjadi bola panas bagi agen pemegang merek (APM). Pasalnya, banyak calon konsumen yang menunda beli mobil untuk menanti stimulus, dengan harapan mendapatkan harga yang lebih murah.

Lalu, apakah mungkin pemerintah bakal benar-benar memberikan relaksasi pajak hingga nol persen untuk mobil baru ?

Baca juga: Rencana Relaksasi Pajak Mobil Baru, Bikin Konsumen Tunda Pembelian?

Menyinggung hal tersebut, pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan, bila usulan tersebut agak tidak mungkin diwujudkan, apalagi bila semua pajak benar-benar dipangkas hingga nol persen.

Suasana booth Toyota di IIMS 2017.TAM Suasana booth Toyota di IIMS 2017.

"Saya melihatnya rada mustahil, idenya bagus walaupun belum jelas. Ini yang akan dihapus apanya, kalau semua ya tidak mungkin lah, masa negara tidak terima apa-apa," kata Bebin kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2020).

Menurut Bebin, stimulus ini akan lebih masuk akal misalnya diarahkan ke pemerintah daerah (Pemda) atau provinsi (Pemprov). Konteksnya tentu berkaitan soal diskon perpajakan yang ada di Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) yang memang menyangkut pendapatan daerah.

Tentu, secara nominal besaran potongannya akan bervariasi di tiap daerah, tergantung bagaimana kebijakan yang diambil oleh masing-masing kepala daerahnya.

Baca juga: Bola Panas Wacana Relaksasi Pajak Nol Persen Mobil Baru

"Cara itu justru lebih baik, tapi ya tetap tidak dipotong sampai nol juga, hanya diskon saja. Mengenai besaranya nantikan beda-beda, mungkin Jakarta kasih 30 persen, tapi di Jawa Tengah itu bisa 50 persen atau sebaliknya," ucap Bebein.

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

"Dengan menjadi kewenangan daerah masalah penerapan waktu juga akan lebih fleksibel, tidak harus hanya tiga bulan. Contoh, mungkin ada daerah yang punya pertimbangan lebih hingga akhirnya menerapkan diskon sampai awal 2021 dan lain sebaginya," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X