Bola Panas Wacana Relaksasi Pajak Nol Persen Mobil Baru

Kompas.com - 25/09/2020, 16:41 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah merangsar pasar otomotif guna mendongkrak penjualan mobil dan membangkitkan industri otomotif melalui pemberian insentif berupa pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB), rupanya bisa menjadi bola panas.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan relaksasi pembelian mobil baru dengan usulan hingga nol persen kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Harapannya, dengan harga mobil baru yang lebih lebih murah, maka bisa memancing minat beli konsumen.

Namun, dengan belum adanya kepastian soal wacana tersebut, menurut pengamat otomotif Bebin Djuana, justru berpotensi menjadi bumerang bagi agen pemegang merek (APM).

Baca juga: Gaikindo Nantikan Realisasi Pajak Mobil Baru Nol Persen

Pasalnya, akibat isu yang sudah terlanjur tanpa ada kejelasan atau kepastian akan seperti apa, membuat sebagian calon pembeli mobil baru akhirnya menunda lantaran ingin menantikan relaksasi dengan harapan mendapatkan mobil baru dengan harga lebih murah.

Ignis, walaupun harganya lebih murah dari Vitara Brezza ataupun Ertiga, dijual di diler premium Suzuki Nexa di India.Febri Ardani/KompasOtomotif Ignis, walaupun harganya lebih murah dari Vitara Brezza ataupun Ertiga, dijual di diler premium Suzuki Nexa di India.

"Sudah kejadian, banyak konsumen yang akhirnya menunda pembelian mobil baru karena mendengar kabar akan ada pemotongan pajak sehingga lebih murah. Mereka (konsumen) yang sudah punya bujet mau beli, akhirnya tarik rem, padahal usulan stimulus ini masih jauh dari kepastian," ucap Bebin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/9/2020).

Lebih lanjut, Bebin menjelaskan bila kondisi tersebut dibiarkan terus berlarut tanpa ada kepastian yang cepat, maka berpotensi menjadi bola panas yang mempengarui pencapaian penjualan mobil.

Pasalnya, dengan adanya penundaan konsumen untuk membeli mobil baru, otomatis akan mengoyangkan lagi pencapaian penjualan yang dalam tiga bulan belakangan ini sudah mulai tumbuh meski masih jauh dari terget.

Baca juga: Harga SUV Murah Bisa Rp 100 Jutaan Jika Pajak Mobil Baru Jadi Nol Persen

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

"Akibat isu yang sudah bocor kemana-mana, yang tadinya angka penjualan mobil mulai merangkak naik, agak membaik, dan memberikan harapan, justru menjadi bumerang karena calon pembeli atau konsumen tarik rem ABS kencang-kencang untuk menunda," ujar Bebin.

"Iktikad baik yang sebelumnya untuk menyelamatkan industri otomotif melalui usulan pemotongan pajak untuk memberikan rangsangan, justru bisa menjadi sebaliknya, yang saya sayangkan kenapa hal ini sudah diumbar padahal belum ada kepastian," kata dia.

Sebelumnya, beberapa APM sudah memberikan sinyal positif terhadap wacana pemangkasan pajak. Bahkan meminta pemerintah agar segera memberikan kepastian terkait rencana stimulusnya seperti apa.

Baca juga: Kemenperin Yakin Pajak Mobil Baru Nol Persen Bisa Rangsang Pertumbuhan Otomotif

Tujuannya sudah tentu agar segera bisa dipelajari dan diimplementasikan. Bahkan Mitsubishi berharap ada proses pengambilan keputusan yang lebih cepat untuk menekan kehilangan calon konsumen yang akhir ikut menunda pembelian.

Mitsubishi Xpanderdok.MMKSI Mitsubishi Xpander

"Tapi sekarang ini kami berharap proses pengambilan keputusan, apapun itu, bisa ada secepatnya untuk meminimalisir jumlah peminat kendaraan yang akhirnya menunda pembelian kendaraan sampai peraturan pembebasan pajak itu diberlakukan," kata Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.