Bola Panas Wacana Relaksasi Pajak Nol Persen Mobil Baru

Kompas.com - 25/09/2020, 16:41 WIB
Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah merangsar pasar otomotif guna mendongkrak penjualan mobil dan membangkitkan industri otomotif melalui pemberian insentif berupa pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB), rupanya bisa menjadi bola panas.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) mengusulkan relaksasi pembelian mobil baru dengan usulan hingga nol persen kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Harapannya, dengan harga mobil baru yang lebih lebih murah, maka bisa memancing minat beli konsumen.

Namun, dengan belum adanya kepastian soal wacana tersebut, menurut pengamat otomotif Bebin Djuana, justru berpotensi menjadi bumerang bagi agen pemegang merek (APM).

Baca juga: Gaikindo Nantikan Realisasi Pajak Mobil Baru Nol Persen

Pasalnya, akibat isu yang sudah terlanjur tanpa ada kejelasan atau kepastian akan seperti apa, membuat sebagian calon pembeli mobil baru akhirnya menunda lantaran ingin menantikan relaksasi dengan harapan mendapatkan mobil baru dengan harga lebih murah.

Ignis, walaupun harganya lebih murah dari Vitara Brezza ataupun Ertiga, dijual di diler premium Suzuki Nexa di India.Febri Ardani/KompasOtomotif Ignis, walaupun harganya lebih murah dari Vitara Brezza ataupun Ertiga, dijual di diler premium Suzuki Nexa di India.

"Sudah kejadian, banyak konsumen yang akhirnya menunda pembelian mobil baru karena mendengar kabar akan ada pemotongan pajak sehingga lebih murah. Mereka (konsumen) yang sudah punya bujet mau beli, akhirnya tarik rem, padahal usulan stimulus ini masih jauh dari kepastian," ucap Bebin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/9/2020).

Lebih lanjut, Bebin menjelaskan bila kondisi tersebut dibiarkan terus berlarut tanpa ada kepastian yang cepat, maka berpotensi menjadi bola panas yang mempengarui pencapaian penjualan mobil.

Pasalnya, dengan adanya penundaan konsumen untuk membeli mobil baru, otomatis akan mengoyangkan lagi pencapaian penjualan yang dalam tiga bulan belakangan ini sudah mulai tumbuh meski masih jauh dari terget.

Baca juga: Harga SUV Murah Bisa Rp 100 Jutaan Jika Pajak Mobil Baru Jadi Nol Persen

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

"Akibat isu yang sudah bocor kemana-mana, yang tadinya angka penjualan mobil mulai merangkak naik, agak membaik, dan memberikan harapan, justru menjadi bumerang karena calon pembeli atau konsumen tarik rem ABS kencang-kencang untuk menunda," ujar Bebin.

"Iktikad baik yang sebelumnya untuk menyelamatkan industri otomotif melalui usulan pemotongan pajak untuk memberikan rangsangan, justru bisa menjadi sebaliknya, yang saya sayangkan kenapa hal ini sudah diumbar padahal belum ada kepastian," kata dia.

Sebelumnya, beberapa APM sudah memberikan sinyal positif terhadap wacana pemangkasan pajak. Bahkan meminta pemerintah agar segera memberikan kepastian terkait rencana stimulusnya seperti apa.

Baca juga: Kemenperin Yakin Pajak Mobil Baru Nol Persen Bisa Rangsang Pertumbuhan Otomotif

Tujuannya sudah tentu agar segera bisa dipelajari dan diimplementasikan. Bahkan Mitsubishi berharap ada proses pengambilan keputusan yang lebih cepat untuk menekan kehilangan calon konsumen yang akhir ikut menunda pembelian.

Mitsubishi Xpanderdok.MMKSI Mitsubishi Xpander

"Tapi sekarang ini kami berharap proses pengambilan keputusan, apapun itu, bisa ada secepatnya untuk meminimalisir jumlah peminat kendaraan yang akhirnya menunda pembelian kendaraan sampai peraturan pembebasan pajak itu diberlakukan," kata Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X