Mitos atau Fakta, Reservoir Wiper Tidak Boleh Diisi Air Keran?

Kompas.com - 24/09/2020, 09:12 WIB
Merawat wiper kaca mobil autofresh.netMerawat wiper kaca mobil
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang akhir September 2020, cuaca di Jakarta dan sekitarnya belakangan lebih sering hujan. Pemilik mobil wajib memperhatikan bagian wiper dan cairannya supaya visibilitas saat berkendara selalu jelas.

Pasalnya kehadiran air wiper penting diperhatikan. Cuaca hujan yang terjadi belakangan ini sering kali membuat kaca mobil kotor dan harus dibersihkan.

Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, Jawa Barat, mengatakan, pemilik mobil bisa memulainya dengan mengecek kondisi reservoir wiper yang terletak di ruang mesin.

Baca juga: Mobil Lelang Rp 60 Jutaan, Pilihannya dari Ayla sampai Teana

Ilustrasi berkendara di musim hujan- Ilustrasi berkendara di musim hujan

“Kalau reservoir terlihat ada lumut sebaiknya dikuras. Karena kalau tetap digunakan bisa menyumbat washer,” ujar Deni, kepada Kompas.com belum lama ini

“Alhasil saat dioperasikan tidak bisa keluar, nyangkut. Oleh karena itu air wiper harus dicek dan diganti secara berkala,” tuturnya.

Deni mengingatkan agar mengganti air wiper dengan dengan cairan yang memang dibuat khusus untuk wiper. Sebab cairan ini memang sudah disiapkan dengan kandungan bahan-bahan yang sesuai dan aman digunakan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Setelah Kena Air Hujan Mobil Harus Langsung Dicuci?

Tabung reservoir air wiper Foto: Peugeot Tabung reservoir air wiper

“Bisa gunakan cairan khusus wiper atau cukup air keran saja. Tapi untuk air keran sifatnya hanya sementara, misal saat kondisi darurat di perjalanan,” ucap Deni.

Menurutnya, air keran yang berasal dari tanah dapat menimbulkan jamur kaca apabila tidak segera dibersihkan.

Selain itu, air tanah juga kurang ampuh dalam membersihkan noda. Makanya banyak yang mengakali dengan detergen seperti shampo atau sabun.

Baca juga: Agresif di Rute Ekstrem Ciletuh, Seberapa Irit Nissan Kicks e-Power ?

Ilustrasi Tuas WiperDok. Otomotif Group Ilustrasi Tuas Wiper

Namun cara ini tidak direkomendasikan Deni, sebab cairan detergen dapat meninggalkan busa yang mengganggu visibilitas.

“Saat kondisi hujan, busa yang ditimbulkan malah bisa makin banyak. Malah berbahaya saat berkendara. Apalagi juga bisa mengakibatkan selang dan washer mampet,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X