Aturan Modifikasi Motor Konvensional Jadi Motor Listrik Segera Terbit

Kompas.com - 21/09/2020, 17:21 WIB
Katalis EV500 Foto: IstimewaKatalis EV500
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) untuk menerbitkan aturan soal konversi sepeda motor konvensional menjadi tenaga listrik, hampir rampung. Dalam waktu dekat, dikabarkan regulasi resminya sudah bisa diterbitkan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, penysunan aturan konversi mesin biasa atau internal combustion engine (ICE) menjadi tenaga listrik sudah ditandatangi dan tinggal menuju tahap final.

"Soal konversi terkait elektrifikasi yang menyangkut konversi sejauh ini memang belum, tapi dari saya sudah diparaf, tinggal nanti dari Pak Menterinya saja. Kalau sudah ada tandatangannya baru disahkan," ucap Budi kepada Kompas.com, Minggu (20/9/2020).

Baca juga: Sepeda Motor Listrik Belum Wajib Bersuara, Ini Alasannya

Budi melanjutkan melegalkan konversi mesin biasa ke listrik tak lain sebagai upaya mempercepat pertumbuhan era elektrifikasi di Tanah Air.

Dengan demikian, diharapkan pemainnya akan makin banyak tak hanya muncul dari model-model kendaraan baru saja.

Motor listrik dari basis Royal Enfield Bullet 350Rideapart.com Motor listrik dari basis Royal Enfield Bullet 350

Bahkan sebelum munculnya regulasi ini, sudah banyak pemain yang mulai memodifikasi motor biasa ke tenaga listrik. Hanya saja memang populasinya belum terlalu signifikan lantaran baru sekadar penghobil saja.

Sayangnya, ketika ditanya soal sedikit aturan mainnya seperti apa, Budi belum bisa menjelaskan secara terperinci. Namun dipastikan bila aturan regulasinya akan segera terbit dalam waktu dekat.

"Nanti saja kalau sudah terbit, kita tunggu sebentar yang soal konversi atau modifikasi ini. Kalau minggu ini selesai diparaf, tak lama yah langsung bisa terbit," kata Budi.

Baca juga: Kemenhub Siapkan Aturan Konversi Sepeda Motor ke Tenaga Listrik

Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Uji Kendaraan Bermotor Perhubungan Darat Kemenhub Dewanto Purnacandar, mengatakan alasan memiliki motor ketimbang mobil karena dari sisi teknisnya tak begitu rumit. Hanya menukar mesin saja, sementara untuk mobil dengan ragam integrasinya akan lebih kompleks.

Motor listrik custom flat track futuristis karya Universitas Budi Luhur dan Katros Garage.Katros Garage Motor listrik custom flat track futuristis karya Universitas Budi Luhur dan Katros Garage.

"Fokus ke sepeda motor, mobil listrik lebih rumit dan kompleks," kata Dewanto beberapa waktu lalu.

Untuk komponen konversi motor lawas menjadi listrik, beberapa diantaranya seperti akumulator yang dapat diisi ulang, battery management system, DC to DC converter, motor listrik, controller atau inverter, dan inlet pengisian baterai yang seluruhnya harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X