Kemenhub Siapkan Aturan Konversi Sepeda Motor ke Tenaga Listrik

Kompas.com - 07/09/2020, 16:41 WIB
Motor listrik custom flat track futuristis karya Universitas Budi Luhur dan Katros Garage. Katros GarageMotor listrik custom flat track futuristis karya Universitas Budi Luhur dan Katros Garage.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) tengah menyiapkan berbagai regulasi turunan guna mempercepat era kendaraan listrik di Indonesia, termasuk di dalamnya mengenai konversi dari sepeda motor internal combustion engine (ICE) ke tenaga listrik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) jadi motor listrik merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mempercepat elektrifikasi.

"Kendati demikian, kita belum bisa bahas lebih jauh karena masih didiskusikan bersama Gaikindo, AISI, sampai Kementerian Perindustrian mengenai konsepnya," ujar Budi saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Luhut Ngotot Dorong Pengembangan Mobil Listrik di Indonesia

 

Motor listrik karya Katalis Company yang akan diikutsertakan dalam kegiatan pameran di Macau, China, pada akhir Agustus ini, Senin (24/8/2020).Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian Motor listrik karya Katalis Company yang akan diikutsertakan dalam kegiatan pameran di Macau, China, pada akhir Agustus ini, Senin (24/8/2020).

Adapun alasan pergantian mesin hanya dilakukan untuk kendaraan roda dua lebih dulu karena prosesnya yang lebih mudah dibanding mobil maupun bus dan truk.

"Kami masih bahas, fokus ke sepeda motor, mobil listrik lebih rumit dan kompleks," papar Kepala Subdirektorat Uji Kendaraan Bermotor Perhubungan Darat Kemenhub Dewanto Purnacandra dalam diskusi virtual.

Lagipula, lanjut dia, pergantian di motor sifatnya hanya menukar mesin. Sementara pada mobil ada sejumlah hal yang turut serta diubah karena sistemnya terintegrasi dengan mesin, seperti rem dan power steering.

Baca juga: Desain Skuter Listrik Husqvarna Bocor, Rilis Tahun Depan

Sejumlah komponen konversi sepeda motor tersebut yakni, akumulator yang dapat diisi ulang, battery management system, DC to DC converter, motor listrik, controller/inverter, dan inlet pengisian baterai yang seluruhnya harus sesuai standar nasional indonesia (SNI).

Namun segala teknis pergantian ini masih belum dipastikan apakah dilimpahkan ke diler resmi atau bengkel modifikasi rumahan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X