Alasan Vespa NOS Punya Harga Tinggi

Kompas.com - 21/09/2020, 16:41 WIB
Vespa VBB 1962 NOS Foto: Awen/Naikmotor.comVespa VBB 1962 NOS
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdapat berbagai cara untuk bisa menikmati suatu Vespa, dari digunakan sebagai kendaraan harian, keperluan tertentu, hingga penghibur mata dengan cara disimpan saja alias koleksi.

Dalam dunia otomotif, kendaraan yang dibiarkan atau tidak digunakan sama sekali dari pertama kali digarasikan dari pabrikan atau diler disebut dengan New Old Stock ( NOS).

Seiring dengan perawatan dan perkembangan, kendaraan jenis ini punya harga sangat tinggi. Apalagi Vespa, yang punya komunitas erat dan masif di Indonesia.

Baca juga: 11 Vespa Edisi Terbatas yang Beredar di Indonesia, Patut Dikoleksi

Vespa VBB 1962 NOSFoto: Awen/Naikmotor.com Vespa VBB 1962 NOS

"Memang yang memiliki Vespa NOS ini tidak banyak karena memang ketersediaannya terbatas, hanya orang tertentu saja. Tapi saat ini masih cukup banyak yang menggemarinya," kata Ravindra Trimahardika saat dihubungi Kompas.com.

Pemilik akun YouTube Ravespa ScooVlog ini juga mengungkapkan alasan Vespa NOS kerap digemari dan memiliki harga tinggi, yakni masih terjaganya orisinalitas.

"Motor jenis ini mahal karena kondisinya masih original, benar-benar persis saat keluar dari diler. Sebab, menurut saya suatu barang yang orisinalitasnya terjaga memang harus terbayar mahal," ujar Ravi.

"Orisinalitas itu tidak hanya berupa unitnya saja, tapi juga dari karya, gagasan, sampai jeroan-jeroannya. Di samping itu, menahan diri untuk merawat dan tidak menggunakan motornya hingga puluhan tahun juga merupakan hal yang tak mudah," lanjut dia.

Baca juga: Ini Alasan Nyetir Mobil Sendiri Juga Perlu Pakai Makser

Seorang pekerja melakukan pengelasan bodi vespa di bengkel restorasi vespa Lik Mul di Solo.ari purnomo Seorang pekerja melakukan pengelasan bodi vespa di bengkel restorasi vespa Lik Mul di Solo.

Ravi kemudian bercerita, beberapa waktu temannya menjual Vespa VBB lansiran 1962 ke salah satu pecinta Vespa dengan harga Rp 225 juta. Motor tersebut selalu dirawat dengan baik sehingga masih dalam kondisi layak untuk digunakan.

"Itu motornya tidak diapa-apain, hanya disimpan saja dan dirawat. Bayangkan, sudah sekitar 58 tahun dia menahan diri untuk tidak menggunakan salah satu model legendaris Vespa. Itu patut dibayar mahal menurut saya," kata Ravi.

Adapun dari sisi pengemudi, kendaraan berstatus NOS mahal karena ada sensasi berkendara yang berbeda saat digunakan.

"Sebuah Vespa yang murni adalah saat dia baru keluar dari pabrik, belum tersentuh bengkel-bengkel lain. Jadi sensasi berkendaranya berbeda banget, kalau sudah dibongkar kan pasti ada yang beda baik dari performa, kestabilan, dan lain-lain," ucapnya.

"Saya salut dengan orang-orang yang punya Vespa NOS karena bisa merawat dan menahan diri untuk dilihat saja kendaraannya. Kalau saya pribadi, punya motor ya untuk digunakan," tutur Ravi lagi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X