Sebelum Mematikan Mesin Mobil, Perlu Injak Pedal Gas, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 18/09/2020, 12:01 WIB
Ilustrasi injakan pedal gas yang pengaruhi besaran angka rpm pada takometer. FMMOTORPARTS.comIlustrasi injakan pedal gas yang pengaruhi besaran angka rpm pada takometer.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menginjak pedal gas sebelum mematikan mesin mobil masih menjadi kebiasaan yang banyak dilakukan oleh para pemilik kendaraan.

Banyak yang masih percaya bahwa kebiasaan yang sudah ada secara turun temurun ini akan memberikan dampak positif pada mesin.

Seperti pelumasan yang lebih bagus sebelum mesin dimatikan sampai dengan pengisian aki yang lebih baik.

Tetapi, dengan perkembangan seperti sekarang ini apakah kebiasaan tersebut masih perlu dilakukan?

Baca juga: Saat Bayar Pajak STNK Asli Hilang, Bisa Pakai Foto Copy?

Mengingat, teknologi di dunia otomotif juga semakin berkembang pesat dan kelistrikan serta mesin sudah diatur secara otomatis melalui Electronic Computer Unit (ECU).

Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM), menjelaskan, menggeber mesin atau menginjak pedal gas sebelum mematikan mesin memang sering dilakukan pada zaman dahulu.

Hal ini dilakukan lantaran teknologi otomotif tidak secanggih seperti sekarang ini yang semuanya sudah diatur menggunakan komputer.

Ilustrasi menyalakan mesin mobildoityourself.com Ilustrasi menyalakan mesin mobil

“Mungkin itu dulu kali ya, kalau sekarang teknologi mesin, sistem pengisian aki bahkan akinya kan sudah jauh lebih bagus. Jadi saat akan mematikan mesin tidak perlu pakai digeber dulu,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (17/9/2020).

Didi menambahkan, menggeber dapur pacu memang menjadi kebiasaan lama yang salah satu tujuannya adalah untuk pengisian aki sebelum dimatikan.

Tetapi, dengan perkembangan seperti sekarang yang mana komponen kendaraan sudah didesain sedemikian rupa, maka menginjak pedal gas sebelum mematikan mesin justru tidak ada gunanya.

Baca juga: SIM Bisa Gantikan KTP Saat Bayar Pajak Kendaraan, Ini Syaratnya

“Kalau dulu mungkin tujuannya untuk pengisian aki, tapi sekarang aki sudah bagus tidak perlu lagi injak pedal gas. Justru itu akan membuang bensin dan menambah polusi,” katanya.

Ilustrasi mesin bensin berkapasitas besar V6 4.000 cc yang dimiliki Toyotawikipedia.org Ilustrasi mesin bensin berkapasitas besar V6 4.000 cc yang dimiliki Toyota

Untuk mobil-mobil terbaru, Didi mengatakan, jika akan mematikan jantung pacu bisa langsung dimatikan saja.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa KTP Jadi Syarat Saat Bayar Pajak Kendaraan

Tidak perlu menunggu beberapa menit dulu setelah parkir atau harus digeber-geber dulu.

“Tidak ada perlakuan khusus sebelum mematikan mesin, baik untuk mobil dengan mesin bensin atau mesin diesel sama saja,” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X