Begini Aturan Teknis Ojek Online Saat PSBB Ketat

Kompas.com - 14/09/2020, 13:41 WIB
Pengemudi ojek daring mengenakan sekat pelindung saat menjemput penumpang di Jl. Ir H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020). Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek daring mengenakan sekat pelindung saat menjemput penumpang di Jl. Ir H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020). Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai 14 September 2020 hingga dua pekan ke depan, Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat. Sejumlah kegiatan pun mulai dibatasi kembali.

Walau demikian, pelaksanaan PSBB ketat kali ini rupanya tak seketat seperti pelaksanaan pada awal pandemi.

Karena meski transportasi umum dibatasi jam operasional dan jumlah penumpangnya, ternyata untuk ojek online (ojol) atau ojek pangkalan (opang) masih boleh beroperasi normal dengan membawa penumpang.

Baca juga: PSBB Ketat Berjalan Tanpa Surat Izin Keluar Masuk Jakarta

Namun demikian, tetap ada aturan mainnya yang tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinisi DKI Jakarta Nomor 156 Tahun 2020 tentang Petunjuk Tekni Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Bidang Transportasi.

Mobil Lubricants berkolaborasi dengan Grab Indonesia untuk memberikan partisi kepada Armada GrabCarKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil Lubricants berkolaborasi dengan Grab Indonesia untuk memberikan partisi kepada Armada GrabCar

Pada poin pertama dibutir kelima disebutkan bila ojol dan opang diperbolehkan beroperasi normal dengan membawa penumpang, namn dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya itu saja, ada juknis lainnya yang ikut dijabarkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut isi lengkap aturan untuk ojol dan opang di masa PSBB ketat dalam putusan kelima juknis PSBB ketat pada bidang transportasi ;

Pembatasan operasional ojek online dan/atau ojek pangkalan diatur sebagai berikut ;

1. Ojek online dan ojek pangkalan diperbolehkan mengangkut penumpang dengan menerapkan protokol kesehatan.

2. Pengemudi ojek online dan ojek pangkalan dilarang berkerumun lebih dari lima orang dan menjaga jarak parkir antar sepeda motor minimal dua meter saat menunggu penumpang.

3. Perusahaan aplikasi wajib menerapkan teknologi informasi geofencing agar pengemudi yang berkerumun pada satu titik lokasi tidak mendapatkan order perjalanan penumpang.

4.Dalam hal ketentuan pembatasan operasional sebagaimana dimaksud pada angka 2 dan 2 tidak dipatuhi/dipenuhi oleh pengemudi dan perusahaan aplikasi, maka dilakukan pelarangan kegiatan pengangkutan penumpang.

5. Pengawasan pembatasan operasional sebagaimana dimaksud pada angka 4 dilakukan selama tiga hari sejak diberlakunya keputusan ini dan menjadi dasar evaluasi dilakukan pelarangan kegiatan pengangkutana penumpang.

Untuk aturan taksi online sendiri, secara garis besar masih sama. Ada aturan jumlah penumpang dan formasi tempat duduk yang harus ditaati selam wajib mengenakan masker.

Baca juga: PSBB Ketat, Honda Memilih Fokus ke Penjualan Daring

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Pemprov DKI Jakarta mengambil kebijakan Rem Darurat dengan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai berlaku hari Senin, 14 September 2020. Sehubungan dengan itu, seluruh kegiatan non esensial harus dibatasi dan mekanisme Bekerja, Belajar dan Beribadah dari rumah harus dilaksanakan dengan baik. Sistem Ganjil Genap di 25 ruas jalan @dkijakarta ditiadakan sementara selama pelaksanaan PSBB di Jakarta berlangsung sampai batas waktu yang akan di informasikan kembali. Ambil peranmu untuk mencegah penyebaran COVID-19. Laksanakan protokol 3M: Memakai Masker dengan benar, Menjaga Jarak, dan Mencuci tangan. #dishubdkijakarta #GanjilGenap #JakartaTanggapCorona #HadapiBersama

A post shared by DISHUB PROVINSI DKI JAKARTA (@dishubdkijakarta) on Sep 13, 2020 at 1:01am PDT

 

Bagi taksi dua baris, hanya diperbolehkan membawa dua penumpang dengan komposisi 1 pengemudi dan 2 penumpang di belakang.

Sedangkan untuk mobil tiga baris, maksimal membawa tiga penumpang, dengan komposisi 1 pengemudi di depan, 2 penumpang di tengah, dan 1 penumpang di baris paling belakang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.