Pro-Kontra Pebalap Soal Wacana Radio Komunikasi Helm di MotoGP

Kompas.com - 14/09/2020, 10:02 WIB
Joan Mir saat berlaga di MotoGP San Marino 2020. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP) ANDREAS SOLAROJoan Mir saat berlaga di MotoGP San Marino 2020. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada ajang balap Formula 1 (F1), pebalap bisa berkomunikasi dengan tim dan sebaliknya, melalui radio komunikasi yang disematkan pada helm.

Teknologi serupa akan digunakan juga pada MotoGP. Tapi, masih belum jelas apa tujuannya dan bagaimana regulasinya.

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2020, Quartararo Lengser, Dovizioso Teratas

Jadi, pebalap akan menerima komunikasi menggunakan earplug. Beberapa pebalap berpendapat bahwa penggunaan radio komunikasi ini cukup positif.

Franco Morbidelli (kiri) bersaing dengan Valentino Rossi pada balapan MotoGP San Marino, di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Minggu (13/9/2020).AFP/ANDREAS SOLARO Franco Morbidelli (kiri) bersaing dengan Valentino Rossi pada balapan MotoGP San Marino, di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Minggu (13/9/2020).

Sebab, upaya tersebut akan sangat berguna bagi Race Direction untuk menginformasikan yellow flag atau red flag di tengah balapan. Jadi, pebalap bisa langsung memahami kondisi yang sedang terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maverick Vinales adalah salah satu yang mendukung wacana tersebut. Dia mengaku tidak terganggu jika ada seseorang berbicara padanya saat sedang balapan.

"Itu bagus, karena sulit untuk melihat yellow flag. Bahkan red flag, sulit karena suatu alasan info tersebut tidak muncul di dasbor," ujar Vinales, dikutip dari Crash.net.

Baca juga: Detik-detik Podium Valentino Rossi Dicuri Joan Mir di Lap Terakhir

Menurutnya, saat pebalap sedang berkonsentrasi penuh justru akan kesulitan untuk melihat dasbor. Vinales mengatakan, pengetesan radio komunikasi ini cukup penting untuk meningkatkan keamanan, jika tidak mengganggu pebalap.

Franco Morbidelli juga mendukung wacana tersebut. Menurut pebalap tim satelit Yamaha itu, penting untuk mengutamakan keamanan.

"Menurut saya, ini selangkah menuju masa depan dan bagus jika mengutamakan keamanan. Lalu, kita lihat apakah kita bisa memberikan banyak pesan atau membuat pebalap berbicara," kata Morbidelli.

Pebalap mengemudikan motornya saat Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Misano Marco Simoncelli pada 13 September 2020. AFP/ANDREAS SOLARO Pebalap mengemudikan motornya saat Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Misano Marco Simoncelli pada 13 September 2020.

Bahkan, pebalap yang sudah melewati berbagai era, Valentino Rossi, pun mendukung penggunaan radio komunikasi ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.